Feeds RSS

Selasa, 24 April 2012

"You don't learn to fly, if you're not prepared to crash.."

"You don't learn to fly, if you're not prepared to crash.."

Satu kalimat menandakan bahwa jangan berani bahagia atau membahagiakan kalau kamu tidak siap untuk jatuh suatu saat. Sakit memang rasanya.. kenapa? karena aku sendiri mungkin merasakan. Kenapa hanya mungkin? kau layak tidak pasti.. karena aku-pun masih ragu sebenarnya dengan keadaan ini. Apakah tidak lebih baik jika kamu mencari tahu kepastiannya? .. aku tidak mau, begini-pun sudah cukup sulit untukku.

Nampak sulit dan cukup rumit bila aku menyadari akan hal ini, satu sisi mereka berkata bahwa mereka akan berubah untuk membahagiakan orang disampingnya.. memang, sedikit demi sedikit perubahan nampak, meskipun belum begitu special tapi aku bersyukur. Aku pikir mereka belum siap untuk membuat orang disampingnya tersenyum.. kenapa? karena sekarang aku merasakan berada di jurang yang paling dalam, dengan sedikit cahaya. Aku seakan jatuh sebelumnya, karena aku merasakan ketidak siapan mereka untuk bahagia dan membahagiakan.

Tapi mengapa harus aku yang merasakan? kenapa bukan mereka? apakah tuhan memang berpihak pada mereka bukan padaku? apa mungkin tuhan memang tidak adil?. Aku yakin, tuhan akan mengutukku jika aku tidak meminta maaf padanya karena berkata bahwa ia tidak adil.

Apa mungkin ini masih proses dari segala tujuannya? tapi terlalu sering mereka berjanji padaku dengan diiming-imingi sesuatu yang belum pernah aku rasakan.. iya.. bahagia bersama mereka. Apa mereka tidak takut pada janji? Janji itu hutang kawan.. janganlah sering kau mengumbar janji dibanding dengan bukti dan usaha mu yang tetap di angka nol.

Aku bukan pengemis, aku bukan seseorang yang gila harta.. aku masih ingat betapa sakitnya hati ini saat mereka terlalu dalam perkataan.. mereka bilang secara tidak langsung aku adalah wanita yang gila harta.. tuhan saja tidak pernah menghina umatnya sampai seperti itu. Aku sadar aku tidak punya segala sesuatu yang berharga, hanya cinta dari keluarga dan sosok seorang ibu yang menurutku sangat berhaga dibanding apapun, jadi jangan sekali kali lagi kau tidak berkaca siapa yang sepatutnya kau bilang seperti itu.

Aku memang tidak punya barang berharga, harta melimpah.. tapi aku punya cinta dan kasih sayang yang tidak bisa kau beli dengan materi. Sudah sepantasnya kau malu akan perbuatanmu.. aku disini hanya berharap setelah kau sadar kau mau berubah dan meminta maaf atas segala perkataan dan perbuatan yang terlah kau buat padaku. Jangan lakukan ini pada orang lain.. biarlah orang lain bahagia dengan caranya sendiri.

Aku bukan mengasihani diriku sendiri, ini hanyalah cara agak membuat diriku semakin kuat kuat dan kuat. Mungkin sekarang aku boleh begini.. tapi aku percaya, bahwa kebahagiaan itu adalah kesempatan milik setiap orang di muka bumi ini..

0 komentar:

Posting Komentar