Entah kenapa sedari tadi siang lagi terbayang-bayang gimana kalo
misalnya tiba-tiba ada artis Korea yang nyasar ke Bandung gara-gara dia
salah naik pesawat (padahal nggak mungkin juga). Heran, semenjak doyang
lelaki mulus khas negeri gingseng itu jadi menghayal yang enggak-enggak.
Ya coba aja bayangin kalo misal suatu hari, saat si artis korea ini
(sebut saja Lee Joon) telat bangun padahal dia sudah harus bersiap
meninggalkan korea untuk bertolak ke Singapore. Dan bego nya pemikiran
gue itu adalah si artis korea ini bisa salah masuk gate pemberangkatan (sotau aja bilang gate), intinya kalian karang sendiri aja gimana caranya dia bisa nyasar sampe negeri kita, ya Indonesia tercinta.
———————————————————————————————————————-
Ceritanya saat hendak menjemput sang mama di Bandara Hussein, kite
nih nabrak cowok dan kita jatoh, nggak terima dong dan saat mau maki
kita malah bengong karena tuh cowok ganteng abiezzzzz pake “z” biar
alay. Singkat cerita, dia kebingungan karena dia pikir tiba di tujuan
malah di kota dan negara yang sama sekali salah, jauh, dan vital *eh*
FATAL maksudnya.
Karena dia ganteng ya ditolong lah yah, nggak tau deh kalo yang kayak
gini mirip-mirip si Bahadur (bapaknya si Dadang di Tarix Jabrix
berperawakan preman India) bisa-bisa gue kabur ke Komnas HAM dengan
tuduhan gue mau diculik itu orang. Intinya, setelah anter-anter tuh
cowok kece ke kantor Transmigrasi kite disuruh balik kesana besok,
karena kantor udah mau tutup. Karena kasian tuh cowok gue ajak nginep
dirumah, iya emak gue kegirangan dia lompat-lompat terus salto terus
kecengklak. Setelah ngobrol-ngobrol dengan bahasa Inggris + bahasa isyarat gue
tau, dia itu orang Korea, dan dia itu ARTIS (pingsan mendadak). Satu
sisi, gue seneng satu sisi gue bingung, bingung gimana caranya biar dia
gak bisa balik ke Korea dan jadi suami gue.
Lee Joon (Lee Chang Seon) MBLAQ
Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dia masih
bertahan dirumah gue karena pengurusan seperti ini di imigrasi agak
sulit, karena mereka nggak percaya kalo dia artis. Yes! Gue hoki, gue
yakin kalo dia jodoh gue. Dan satu hari, saat gue dan dia jalan di satu
mall di Bandung cewek-cewek mendadak heboh, ada yang teriak histeris,
ada yang salto sambil jedukin kepala, ada yang ngupil sambil mewek, dan
ada pula yang nggak ngapa-ngapain. Hari itu, kita berdua disuruh
tanggung jawab karena udah bikin mall mendadak penuh.
Setelah dijelaskan ke pihak mall bahwa cowok sebelah gue adalah
tunangan gue (ngarep banget ama lee joon sumpah), akhirnya mereka
percaya setelah kita menunjukkan di Youtube bahwa dia adalah artis,
akhirnya mereka minta foto bareng dan tanda-tangan (KAMPRET! TADI AJA
NGGAK PERCAYA, SEKARANG MINTA DI CEKOKIN OLI OPLOS JELANTAH). Gue capek,
joon capek, dijalan gue inget belom makan dan kita kemaleman gara-gara
si joon jadi konser mendadak di mall sampe lupa nggak dikasih konsumsi.
Gue jatoh, capek.. tapi joon nangkep badan gue, dan tiba-tiba kita
tatapan lama. Gue deg-degan, joon deg-deg an sambil dalem atinya mikir
(berat setan!!), akhirnya semuanya buyar ketika suara “KRUBUK ~ KRUBUK”
gilaaaaa, anti klimaks men (gagal jadi artis).
Sepanjang jalan gue nggak ngobrol sama dia, gue malu begitupun dengan
dia (:”>). Sampe rumah pun begitu, sesaat gue mau masuk kamar si
joon tarik tangan gue dan.. he’s kissing me on my lips *ups* (kalo fans nya tau gue udah jadi bangke yang tak terendus baunya), dan terakhir dia bilang “Thank you dear :)” | *gue pingsan*.
Besok paginya, saat lagi sarapan gue nggak banyak omong dan diapun
begitu, mengingat kejadian tadi malem gue pikir rasanya si joon suka deh
sama gue *uhuk*, tapi gue curiga kalo si joon mikir “sotau lo”. Sampe
akhirnya handphone si joon berdering, ternyata dari pihak imigrasi yang
nyuruh joon untuk ke kantor hari ini juga. Dan tanpa basa-basi setelah
sarapan kita langsung menuju kesana.
Saat kita ngobrol dengan pihak dari imigrasi, gue mendadak sedih..
karena pihak management si joon ada yang datang kesini untuk jemput dia.
Sesaat setelah gue mikir begitu, pintu di ketuk *tok tok tok* ada
kurang lebih 10 orang berpenampilan orang korea juga, dan ternyata
bener, itu pihak management si joon.
Setelah ngobrol-ngobrol dan akhirnya joon mengungkapkan sesuatu..
“Selama disini, aku ditolong oleh gadis ini, aku aman bersama dia
sehingga aku nyaman bisa berada didekatnya. Aku menikmati hari-hari
penuh warna di negara orang, aku diajak makan timbel, makan keripik
Ma’icih, minum cendol, hingga bermain angklung. Aku suka kota ini, aku
suka negara ini, dan terlebih lagi… aku menyukai dia *natap gue sambil
senyum*” | *tolooong napas buatan mana?!!*.
Tapi ternyata hari itu juga dia harus pulang ke negaranya, karena
telah banyak schedule yang telah ia lewatkan dan masih banyak yang harus
diselesaikan. Sepanjang jalan menuju Jakarta, gue diem, gue sedih, mau
nangis gue malu. Joon duduk disamping gue dan gue liat dia kadang-kadang
memandang gue. Sampai akhirnya pukul 20:30 WIB kita tiba di Jakarta,
sebentar lagi kita bakal pisah untuk selamanya.
Bener-bener nggak bisa gue tahan ini air mata, tapi ini harus. Joon
menghampiri gue yang sedang duduk disudut sambil memperhatikan orang
yang sibuk berlalu lalang. “Arti, terimakasih selama nyaris 3 bulan ini
kamu telah memberikan bantuan kepadaku, aku tidak tau jika tidak ada
kamu apakah aku bisa pulang ke negaraku. Ini.. simpan buku ini
baik-baik, semua kenangan selama ini telah ku abadikan semuanya disini,
semua pengalaman saat aku bersamamu aku simpan dengan rapi disini.
Dihalaman belakang aku menuliskan e-mail pribadiku, serta alamat
apartementku dan tak lupa nomor telepon ku. Hubungi aku jika kau
merindukan aku, dan di dalam handphoneku sudah kutulis semua data
tentangmu. Oiya, soal kemarin malam saat aku tidak sengaja menciummu..
maafkan aku, aku lakukan karena kau sudah terlalu baik padaku, dan
ternyata perasaan ini nyata.. aku sayang padamu..”
*hening*
Air mata gue tiba-tiba tak tertahankan.. sesaat setelah itu, gue
langsung meluk joon seerat mungkin. Gue berdoa, semoga ini kenyataan
semoga ini bukan mimpi dan khayalan, semoga tak lama kemudian aku bisa
menyusulnya ke Korea sana, dan semoga tuhan mengabulkan. Tiba-tiba
teriakan seorang lelaki mengagetkan kita, ternyata sosok sang manager
boy band joon yang memanggil dan mengingatkan mereka harus segera
bertolak ke Korea. Untuk terakhir kalinya, gue peluk joon dengan erat.. ”
SARANGHAEYO OPPA.. :-) “
———————————————————————————————————————-
Itulah cerita pengalaman (khayalan) sekelibat yang
gue tulis disini, entah akan jadi apa cerita ini kalo sampe si Lee Joon
atau pihak management nya tau, mungkin gue akan jadi Soup Kimchi
ditangan mereka -_-” . Kelanjutannya silahkan karang-karang sendiri,
karena kalo gue yang ngayal bisa ampe besok subuh nggak kelar.
Terbukti kan, bahwa hidup itu enggak akan semudah dan seindah FTV,
Film Box Office, atau Drama Serial Korea. Hidup itu akan indah seiring
berjalannya waktu selama kita masih hidup, karena bahagia itu hanya kita
yang buat :-).
Thanks for reading.. GOMAWOYO!! :D



















