"Karena "bahagia itu sederhana" bahagia itu enggak harus bersenang-senang
dengan cara mengeluarkan banyak uang untuk kegiatan yang enggak jelas.
Dengan cara-cara sederhana ternyata membuat hidup kita lebih berharga
selama kita mau menghargai setiap waktu yang ada." ( Arti, 19 tahun,
mahasiswi )
Ternyata memang bahagia itu sederhana, tapi "terkadang".. karena bahagia itu tidak selalu seperti apa yang ada dipikiran kita. Bayangin aja kalo kita hidup selalu bahagia, tanpa tau susahnya dalam hidup itu merupakan sebuah bumbu yang bisa menjadikan kita selalu bersyukur.
Sesaat bahagia itu datang, tapi sesaat kesusahan pun tiba, tergantung gimana kita bersikap untuk menentukan jalan keluar. Tapi gimana untuk yang selalu bilang kalo dia nggak mampu untuk keluar dari masalahnya? Intinya gue mendadak curhat kalo ini emang pemikiran gue banget. Simple sih buat gue, saat timbul pemikiran kayak diatas, tanamkan pemikiran yang lebih hebat dan besar untuk mengalahkan pemikiran sebelumnya karena nggak ada masalah yang nggak bisa diselesaikan.
Kayak hari ini, gue minta maaf buat orang-orang yang ngerasa gue jutekin hari ini. Bukan apa-apa, kalian gak ada masalah kok, hanya masalah ini terlalu tidak tepat untuk hadir hari ini.
Gue cuma selalu berdoa sama tuhan, tolong bukakan mata dan hati orang-orang yang selalu memandang gue sebelah mata tanpa mereka tau siapa gue sebenernya, dan bagi mereka yang terkadang terlihat merendahkan tolong sadarkan mereka bahwa saya dan dia pun sama-sama manusia biasa dan sama dimatamu. Dan tak lupa untuk mereka yang selalu tidak menghargai saya, berikan mereka kesadaran bahwa agar mereka dihargai oleh orang lain adalah karena mereka juga bisa menghargai orang lain, karena kita itu hidup tidak sendiri.
Makannya itulah kenapa terkadang gue terlihat tegar, karena terselip kekuatan doa dan percaya sama tuhan kalau semuanya enggak akan selalu kayak gini. Hidup itu berubah, jadi jangan takut untuk menghadapi hidup. Dan gue tegar karena saat gue lemah, kekuatan itu datang dari dalam hati gue sendiri.
Hari ini, rasanya cukup menutup mulut itu lebih baik daripada jadi emosi malah enggak baik. Biarlah mereka yang selalu menginjak gue dibawah perasaan terbaik mereka, gue cuma mau bilang.. Gue akan mengalah, dan membiarkan orang lain bahagia, dan gue hanya begini.




