Saat ini.. aku hanya butuh teman. Teman yang selalu mendengarkan segala kisah ku, segala kesakitanku, dan segalanya yang aku rasakan..
Aku pikir kau adalah orang yang tepat, tapi tidak selamanya pikiranku tepat. Nyatanya apa kau selalu respect hanya pada beberapa saat saja.
Sekarang aku ini seperti sendiri, hanya ruangan sempit tempat aku melepas lelah yang tau akan isi hatiku saat ini.
Terlalu lelah untukku menahan segala perasaan seperti ini, seperti tertekan, lelah akan keadaan yang nampak terlalu serius untuk orang sepertiku.
Aku hanya ingin berbagi saat ini, tapi dimana kau? Sesaat kau datang, dan lama kau menghilang. Apa yang pernah kau korbankan untukku? Kalau hanya waktu saja kau tak punya.
Sering kali aku berfikir dan pernah juga aku berkata kepadamu, bahkan tempat aku menulis segala ceritaku saja sudah bosan mendengarnya. Aku ingin seperti orang lain, yang bisa merasakan tulusnya kasih sayang, tulusnya pengorbanan seseorang yang mereka berikan hanya untukku, perasaan menyenangkan dan gelak tawa saat orang yang aku sayang ada disisiku.
Tapi apa..? Rasanya tak secuil aku rasakan. Hanya bayang semu dan angan-angan yang menjadi cita-citaku saat ini. Konyol? memang.
Akankah mereka suatu saat akan tau apa yang aku rasakan?
Tuhan itu seakan mengutukku akan hal ini, membiarkan ku dalam sendiri, menitikan air mata, berjuang sendiri dalam menata hidup, dan juga menggapai apa yang aku inginkan. Tapi nyatanya tuhan juga tak adil, apa yang orang lain bisa dapatkan, tapi nampak mahal sekali harganya bagiku?
Hanya bahagia yang aku inginkan saat ini, sesuatu yang sangat mudah didapat tapi mahal sekali harganya untukku.
Dear orang yang aku sayang..
Aku memilihmu, tak pandang siapa kamu, seperti apa fisikmu, dan tak pandang seberapa banyakkah hartamu.. Aku memilihmu tulus dari lubuk hati paling dalam. Tak pernah terbesit sedikitpun untuk menyakitimu, mungkin pernah aku hilaf, karena aku bosan dengan keadaan seperti ini.
Apa kau mengerti arti perasaan tulusku ini padamu? jika kau bilang iya, bagiku tidak..
Karena tidak sedikitpun kamu berhasil membuat aku menjadi semakin menjadi pribadi yang baru, pribadi yang seaakan tidak mengangkat beban kemana-mana, dan membuat aku seakan menjadi seseorang yang paling bahagia didunia.
Hanya tangis yang selalu aku rasakan, sama seperti orang yang aku sayang lainnya.
Sampai kapan aku harus merasakan ini sendirian, akupun ingin bahagia.. bisakah kalian memberikan sedikit bahagia itu kepadaku? jangan terus kalian buatku seakan terpojok akan keadaan.
Aku tidak butuh materi, tapi aku butuh kasih sayang yang lebih, dan aku ingin akupun merasakan apa yang orang lain rasakan. Akupun ingin melihat pengorbanan dari orang yang aku sayang.
Dear tuhan..
Apa maksudmu memberikan ini kepadaku? aku terlalu lelah untuk ini, aku selalu sabar agar kau selalu sayang kepadaku.. tapi apa arti sabarku selama ini? tidak ada yang berubah, tidak ada yang berbeda.
Aku tau, bahwa tidak akan ada cobaan yang melebihi kemampuan umatnya.. tapi kenapa kau berikan hal simpel seperti ini tapi susah untukku raih jalan keluarnya? terlalu sulit untukku untuk mewujudkan segalanya menjadi nyata. Aku terus bermimpi, karena jika aku bermimpi kau akan memeluk mimpiku.. Mungkin kau memang memeluk mimpiku, tapi tidak untuk memberiku sedikit kesempatan untuk merasakannya.
Aku tau iri itu dilarang, tapi menurutku aku pantas untuk iri pada mereka yang aku lihat lebih bisa menikmati kebahagiaan dibanding aku.
Kau pun tau, setiap malam aku harus menangis dengan rasa sakit di dada? dan saat siang hari aku harus menutupi semuanya agar semua terlihat baik-baik saja..
Dear god, apa aku harus kembali padamu untuk mengakhiri rasa sakit dihatiku ini..?



0 komentar:
Posting Komentar