Feeds RSS

Senin, 01 April 2013

Kini...aku sadar

"Setelah ibu, ibu, ibu, ibu lalu ayah..."

Ada alasan dibalik kenapa saya ingin menuliskan sesuatu tentang ibu. Ada kekuatan yang lain yang menarik tangan ini untuk menumpahkan sosok keajaiban tuhan.

Dari semua ciptaan tuhan di muka bumi, hanya satu yang menurut saya tiada bandingannya dibandingkan dengan ciptaan(nya) yang lain...dialah ibu.

Bayangkan...

hanya beliau yang tulus ikhlas membawa beban selama 9 bulan.

hanya beliau yang rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan apa yang ia jaga selama 9 bulan.

hanya beliau yang mampu terjaga dikala siang dan malam mengawasi kita agar tidak kekurangan sedikitpun.

hanya beliau yang mampu kuat untuk berpura-pura tegar didepan anak-anak dan suaminya.

masih banyak hal lain yang tanpa kita sadari bahwa beliau adalah sosok sempurna yang seharusnya kita hormati, kita jaga, dan membalas segala kebaikannya.

Sudah pernah kalian disadarkan oleh sebuah keadaan dimana segala sesuatu yang kita tuntut kepada orang tua ternyata hanyalah sia-sia?

Semua keinginan yang terpenuhi selalu kita balas hanya dengan ucapan "terima kasih" tanpa memikirkan apa yang beliau lakukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Iya, orang tua hanya menginginkan kita bahagia tanpa menderita sedikitpun.

Banyak hal yang belum kita sadari tentang balas budi kepada orang tua. Coba kalau kita ternyata menyadari, mungkin tidak ada kasus anak melaporkan ibu kandungnya ke kantor polisi, atau mungkin tidak ada orang tua membunuh anak maupun sebaliknya.

Aku juga bukan orang yang taat akan itu, tapi beruntungnya aku disadarkan oleh beberapa keadaan..

Kembali kepada kodratnya seorang wanita, semuanya pasti akan menjadi seorang ibu. Semuanya pasti menginginkan sebuah hubungan harmonis dalam keluarga, memberikan seluruh kasih sayang kepada anak-anak dan suami. Mengabdi dan mencari pahala dengan cara yang sewajarnya.

Tapi tidak dipungkiri ada dari beberapa wanita yang tidak bisa berbanding lurus dengan harapan dan cita-citanya. Bisa jadilah karena sesuatu seorang wanita menjadi tulang punggung keluarga tanpa hadirnya suami.

Menjadi sosok yang kuat dikala raga lemah..

Menjadi sosok yang ceria dikala keadaan hati kacau..

Dan beliau bisa menjadi apapun demi sesuatu yang bisa membuat keluarganya bahagia.

Aku memang bukan orang yang sempurna, ada kalanya dimana aku bisa meninggikan suara didepan sosok mulia ciptaan tuhan. Ada kalanya aku selalu menuntut sesuatu tanpa peduli bagaimana caranya beliau mewujudkannya.

Tapi akhir-akhir ini aku sadar..

Aku duduk di bangku kuliah, bukan karena seperti mereka yang berduit cukup. Aku selalu menganggap aku adalah salah satu orang beruntung yang bisa kuliah. Aku hanyalah seorang anak pegawai BUMN yang banting tulang agar anak satu-satunya menjadi sarjana.

Aku selalu mendapat yang aku mau lagi-lagi bukan karena ayahku meninggalkan warisan, tapi karena sosok mamah yang selalu ingin membuat aku tersenyum dan tak kalah dengan orang lain.

Ada satu pukulan dimana kemarin menjelang UTS...

"mah, ternyata aku belom bisa cetak jadwal. DPP belum lunas.."

"tunggu ya, mudah-mudahan hari ini dapet pinjeman dari koperasi untuk lunasin kekurangannya.."

Apa pernah kalian terenyuh kalau tiba-tiba orang tua kalian sendiri yang menyampaikan hal itu lewat telepon dengan nada suara kaget dan ngos-ngosan?

"mah, aku ikut advokasi aja ya...supaya gak usah dilunasin sekarang"

"udah tunggu aja, ini mamah lagi usaha dapet buat lunasin kekurangannya.."

Coba kalian ulang kata "lagi usaha"..apa pernah kita yang merasakan itu? apa pernah kita yang berusaha untuk membantu?

"gak usah maksain dapet, gak lunas sekarang pun masih ada cara lain supaya ikut ujian.."

"udah doain aja mudah-mudahan dapet.."

Apa pernah kita tanpa diminta selalu sadar untuk mendoakan beliau sepanjang waktu. Dikala sibuk kita, dikala susah kita, bahkan yang tersulit..disaat senang kita.

Dari sini aku sadar..apa yang aku tuntut selama ini, apa yang aku minta ini dan itu, apa yang aku dapatkan ternyata perlu perjuangan yang ada rasa kerelaan untuk berkorban.

Lagi-lagi, aku hanyalah orang beruntung...

Banyak orang yang mengatakan bahwa :

"arti..kamu itu mau seneng mau sedih ekspresinya sama..ceria"

Ternyata kekuatan yang seperti ini juga baru aku sadari karena mamah..dialah wanita terkuat yang mampun menyembunyikan perasaan sedihnya didepan orang banyak.

Ternyata dibalik sukanya, ada luka

Tuhan itu baik, tuhan itu selalu menunjukkan dan menyadarkan kita apa yang benar dan apa yang salah. Apa yang pantas dan apa yang tidak. Termasuk cerita tadi diatas, ia menyadarkan bahwa sekarang sudah bukan saatnya lagi untuk aku meminta...


0 komentar:

Posting Komentar