Tepat di hari minggu, 20 Januari pukul 00:00
Tepat di jam 12 malam, gue dibantu tina dan udie udah mempersiapkan kejutan ini se-rapih mungkin.
Dari mulai sabtu siang, gue diantar tina untuk mencari hadiah untuk mama. Gue nggak pernah memberikan hal-hal yang mahal, tapi gue harap bisa menjadi kenangan hingga akhir hayat.
Aksesoris, sepatu, dan jam tangan kurang pas menurut gue. Tapi akhirnya sebuah tas berwarna ungu itu menjadi hal yang menurut gue mama bakal suka, pertama karena warnanya yang “ungu” kesukaan beliau.
Tas itu gue timang-timang seraya berpikir..
Toko kue hari itu terlihat agak penuh oleh orang-orang yang berbelanja. Tapi dari kejauhan nampak rak-rak dengan nampan kue sudah kosong. Betul, rainbow cake itu pun sudah habis.
Untung tina hafal dengan lingkungan sekitar, ada satu toko kue lagi yang terletak persis di sebelah toko kue sebelumnya. Yup! tidak ada kue berwarna-warni itu, coklat cake pun jadi.
Sebelum sampai rumah berfikir keras gimana caranya supaya barang-barang ini bisa menyelinap masuk kamar tanpa beliau tau. Terpaksa dus kue ditaruh paling bawah yang ditumpuki oleh beberapa baju, dan kado terpaksa dilipat masuk ke kantong tina.
Tidak ada yang mencurigakan hingga kue berhasil masuk kamar mhihihi (tunggu hingga jam 12 malam nanti ya). Berhasil menggrasak grusuk ketika jam 10 malam baru membungkus kado karena beliau baru bisa terlelap -_- .
Teng..teng..teng..!! tepat jam 12 malam!!
Semua lampu dimatikan, termasuk kamar mama. Angka 4 dan 6 sudah dipasang menyala diatas kue sehingga penerangan hanya berasal dari lilin tersebut. Mengendap-endap dengan perasaan tidak karuan takut-takut beliau marah karena diganggu tidurnya.

Iya, hanya simple ini yang bisa gue berikan untuk mama. Mama yang sudah lebih jauh memberikan segalanya buat gue sampe hari ini.
Pagi itu menjadi tambah haru ketika nenek bangga punya mama, bahkan gue lebih bangga punya ibu kuat seperti mama.
Betapa bodoh orang-orang yang mencelamu dengan sikap dan omongan mereka. Biar, hanya tuhan yang tau balasannya.
Gue pun berhasil menangis saat mama membaca surat yang gue tulis di secarik kertas pink itu sebelumnya. Gue bukan anak yang romantis untuk bilang "aku sayang sama mama", tapi ternyata gue berhasil membuat beliau menitikan air mata ketika beliau baru menyadari bahwa tuhan telah mengirim seorang bidadari tanpa sayapnya ke muka bumi, dan itu mama…
Ma, ini lah hadiah dariku..selamat ulang tahun..
Dari aku, anakmu yang selalu mencintaimu <3
Inilah kali ke-46 bagi beliau mengulang hari kelahirannya. Ada bahagia, dan ada keharuan.“Mama, selamat ulang tahun..semoga panjang umur, sehat selalu, lancar rezekinya. Maaf, aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk mama, tapi suatu hari nanti akan aku buktikan semuanya. Maaf mah kalo aku masih bandel, gak denger kata-kata mamah. Terimakasih telah memberikan segalanya hingga saat ini. Gak tau mau bilang apalagi..
Kalo misal ada yang tanya, siapa bidadari tanpa sayap? Itu mamah..
Happy Birthday mah, I love you..”
Tepat di jam 12 malam, gue dibantu tina dan udie udah mempersiapkan kejutan ini se-rapih mungkin.
Dari mulai sabtu siang, gue diantar tina untuk mencari hadiah untuk mama. Gue nggak pernah memberikan hal-hal yang mahal, tapi gue harap bisa menjadi kenangan hingga akhir hayat.
Aksesoris, sepatu, dan jam tangan kurang pas menurut gue. Tapi akhirnya sebuah tas berwarna ungu itu menjadi hal yang menurut gue mama bakal suka, pertama karena warnanya yang “ungu” kesukaan beliau.
Tas itu gue timang-timang seraya berpikir..
Sedikit ada rasa ragu, tapi ya sudahlah. Karena waktu sudah sore hari, saatnya untuk membeli sebuah kue yang beliau inginkan “rainbow cake”. Kenapa rainbow cake? Karena jujur saja, gue bukan penggemar kue, tapi nampaknya fenomena kue yang berwarna-warni seperti pelangi itu membuat beliau tergerus oleh jaman hahaha.“Kira-kira mama bakal suka gak ya sama tas ini…”
Toko kue hari itu terlihat agak penuh oleh orang-orang yang berbelanja. Tapi dari kejauhan nampak rak-rak dengan nampan kue sudah kosong. Betul, rainbow cake itu pun sudah habis.
Untung tina hafal dengan lingkungan sekitar, ada satu toko kue lagi yang terletak persis di sebelah toko kue sebelumnya. Yup! tidak ada kue berwarna-warni itu, coklat cake pun jadi.
Sebelum sampai rumah berfikir keras gimana caranya supaya barang-barang ini bisa menyelinap masuk kamar tanpa beliau tau. Terpaksa dus kue ditaruh paling bawah yang ditumpuki oleh beberapa baju, dan kado terpaksa dilipat masuk ke kantong tina.
Tidak ada yang mencurigakan hingga kue berhasil masuk kamar mhihihi (tunggu hingga jam 12 malam nanti ya). Berhasil menggrasak grusuk ketika jam 10 malam baru membungkus kado karena beliau baru bisa terlelap -_- .
Teng..teng..teng..!! tepat jam 12 malam!!
Semua lampu dimatikan, termasuk kamar mama. Angka 4 dan 6 sudah dipasang menyala diatas kue sehingga penerangan hanya berasal dari lilin tersebut. Mengendap-endap dengan perasaan tidak karuan takut-takut beliau marah karena diganggu tidurnya.
“Happy birthday to you..happy birthday to you..happy birthday happy birthday happy birthday mamaaaaa….”

Iya, hanya simple ini yang bisa gue berikan untuk mama. Mama yang sudah lebih jauh memberikan segalanya buat gue sampe hari ini.
Pagi itu menjadi tambah haru ketika nenek bangga punya mama, bahkan gue lebih bangga punya ibu kuat seperti mama.
Betapa bodoh orang-orang yang mencelamu dengan sikap dan omongan mereka. Biar, hanya tuhan yang tau balasannya.
Gue pun berhasil menangis saat mama membaca surat yang gue tulis di secarik kertas pink itu sebelumnya. Gue bukan anak yang romantis untuk bilang "aku sayang sama mama", tapi ternyata gue berhasil membuat beliau menitikan air mata ketika beliau baru menyadari bahwa tuhan telah mengirim seorang bidadari tanpa sayapnya ke muka bumi, dan itu mama…
Ma, ini lah hadiah dariku..selamat ulang tahun..
Dari aku, anakmu yang selalu mencintaimu <3



0 komentar:
Posting Komentar