Feeds RSS

Rabu, 18 September 2013

Kalo gak suka tulisannya...No Problem

" Mata bisa melihat

Telinga bisa mendengar

Mulut bisa berkata

Tapi hati...bisa merasakan "

Kalau mata ini diperuntukkan untuk melihat apapun yang ada di bumi ini, hanya satu yang tidak ingin aku lihat, ia adalah kekecewaan

Ketika telinga ditakdirkan untuk mendengar segala jenis bunyi di bumi, ada satu yang tidak ingin aku dengar, ialah kabar sedih dan terburuk

Tuhan memberikan sebuah mulut untuk berkata, rasanya hanya kata-kata menyakitkan dan kemunafikan yang tidak ingin terucap

Dan tuhan memberikan hati kepada setiap umatnya, tapi satu yang aku benci dari semuanya...yaitu merasakan hal yang menyakitkan

Kata demi kata yang di ketik hasil dari penyaringan kata-kata yang berasal dari hati merangkak naik ke otak. Jika tangan ini mengikuti kata hati entah apa jadinya, tapi beruntung otakku masih bisa berfikir untuk menata sedemikian rupa agar tidak ada perasaan yang tersakiti dengan kata demi kata.

Gema suara adzan isya yang mengingatkan bahwa hari ini akan segera berakhir, malam semakin dingin dan gelap memeluk segala.
Aku baru ingat bahwa ini kali pertama lagi setelah hmmm...iya bisa dibilang beberapa bulan tidak menulis yang ternyata efeknya buruk.

Oke, kataku tadi adalah buruk...iya, dulu selagi aku masih rajin menulis rasanya hati ini lebih lapang, lebih enjoy, dan menyenangkan. Mungkin aku adalah termasuk salah satu orang yang lebih sering memendam perasaan sendiri, apapun yang terjadi aku hanya bisa satu "Diam". Ternyata diam tidak selamanya emas kawan, sedikit demi sedikit migrain yang aku punya sering kali muncul, bahkan jam tidurku semakin berantakan dan membuat kondisi tubuh agak terganggu.

Sekarang aku tahu, aku adalah seseorang yang tidak pandai menceritakan sebuah hal. Ketika aku meluapkan sesuatu tidak dalam tulisan, rasanya banyak hal yang tertinggal, ucapanku semakin berantakan tak beraturan. Sedangkan ketika aku menulis jari-jari ini rasanya seperti pedal yang terus melaju tanpa henti mengetik kata demi kata.

Ketika mataku bisa menangkap semua kejadian, telingaku yang banyak mendengar dan ketika mulutku yang seharusnya bisa berkata tapi hanya satu yang paling menjadi beban. Ialah hati ini yang terkadang terlalu perasa terhadap semua hal.

Semua hal yang sebetulnya tidak bertujuan kepadaku kadang aku rasakan seperti beban yang tiba-tiba hampir dihati dan dipikiranku. Selalu bertanya-tanya salahku apa, salahku dimana, kesalahan seperti apa, dan masih masih masih banyak lagi pertanyaan.

Entah terlalu perasa atau terlalu peka atau apalah itu namanya akupun muak, selalu merasa terbodoh dan terlalu bodoh di waktu yang tidak tepat, selalu merasa menyedihkan saat keadaan sebetulnya baik-baik saja, selalu menangis dan menangis saat tidak ada jawaban atas apa yang dirasakan, iya terkadang aku muak dengan diriku sendiri.

Tapi sayang, ini aku bukan orang lain. Orang lain tidak bisa menjadi aku dan aku tidak bisa menjadi orang lain. Aku apa adanya bukan ada apanya, aku yang tulus bukan aku yang bermuka dua untuk mencari simpati, aku yang cengeng ketika hati ini sudah muak menahan beban dan merasa bersalah.

Apa yang aku lakukan hari ini, karena aku ingin membuktikan pada orang-orang yang aku sayang bahwa aku mampu membuat mereka tersenyum suatu saat terlepas dari semua hal buruk yang menyangkut denganku. Lepaskan semua keraguan karena aku sungguh-sungguh dan tulus menyangi orang-orang yang mau dengan tulus juga menyayangiku.

Ketika aku meluapkan ini, mungkin aku sedang menahan sesuatu yang mengganjal. Aku hanya butuh pembuktian ketulusan terhadapku. Mungkin aku curhat, kalau tidak suka dengan tulisan ini ya...no problem.


Senin, 01 April 2013

Kini...aku sadar

"Setelah ibu, ibu, ibu, ibu lalu ayah..."

Ada alasan dibalik kenapa saya ingin menuliskan sesuatu tentang ibu. Ada kekuatan yang lain yang menarik tangan ini untuk menumpahkan sosok keajaiban tuhan.

Dari semua ciptaan tuhan di muka bumi, hanya satu yang menurut saya tiada bandingannya dibandingkan dengan ciptaan(nya) yang lain...dialah ibu.

Bayangkan...

hanya beliau yang tulus ikhlas membawa beban selama 9 bulan.

hanya beliau yang rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan apa yang ia jaga selama 9 bulan.

hanya beliau yang mampu terjaga dikala siang dan malam mengawasi kita agar tidak kekurangan sedikitpun.

hanya beliau yang mampu kuat untuk berpura-pura tegar didepan anak-anak dan suaminya.

masih banyak hal lain yang tanpa kita sadari bahwa beliau adalah sosok sempurna yang seharusnya kita hormati, kita jaga, dan membalas segala kebaikannya.

Sudah pernah kalian disadarkan oleh sebuah keadaan dimana segala sesuatu yang kita tuntut kepada orang tua ternyata hanyalah sia-sia?

Semua keinginan yang terpenuhi selalu kita balas hanya dengan ucapan "terima kasih" tanpa memikirkan apa yang beliau lakukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Iya, orang tua hanya menginginkan kita bahagia tanpa menderita sedikitpun.

Banyak hal yang belum kita sadari tentang balas budi kepada orang tua. Coba kalau kita ternyata menyadari, mungkin tidak ada kasus anak melaporkan ibu kandungnya ke kantor polisi, atau mungkin tidak ada orang tua membunuh anak maupun sebaliknya.

Aku juga bukan orang yang taat akan itu, tapi beruntungnya aku disadarkan oleh beberapa keadaan..

Kembali kepada kodratnya seorang wanita, semuanya pasti akan menjadi seorang ibu. Semuanya pasti menginginkan sebuah hubungan harmonis dalam keluarga, memberikan seluruh kasih sayang kepada anak-anak dan suami. Mengabdi dan mencari pahala dengan cara yang sewajarnya.

Tapi tidak dipungkiri ada dari beberapa wanita yang tidak bisa berbanding lurus dengan harapan dan cita-citanya. Bisa jadilah karena sesuatu seorang wanita menjadi tulang punggung keluarga tanpa hadirnya suami.

Menjadi sosok yang kuat dikala raga lemah..

Menjadi sosok yang ceria dikala keadaan hati kacau..

Dan beliau bisa menjadi apapun demi sesuatu yang bisa membuat keluarganya bahagia.

Aku memang bukan orang yang sempurna, ada kalanya dimana aku bisa meninggikan suara didepan sosok mulia ciptaan tuhan. Ada kalanya aku selalu menuntut sesuatu tanpa peduli bagaimana caranya beliau mewujudkannya.

Tapi akhir-akhir ini aku sadar..

Aku duduk di bangku kuliah, bukan karena seperti mereka yang berduit cukup. Aku selalu menganggap aku adalah salah satu orang beruntung yang bisa kuliah. Aku hanyalah seorang anak pegawai BUMN yang banting tulang agar anak satu-satunya menjadi sarjana.

Aku selalu mendapat yang aku mau lagi-lagi bukan karena ayahku meninggalkan warisan, tapi karena sosok mamah yang selalu ingin membuat aku tersenyum dan tak kalah dengan orang lain.

Ada satu pukulan dimana kemarin menjelang UTS...

"mah, ternyata aku belom bisa cetak jadwal. DPP belum lunas.."

"tunggu ya, mudah-mudahan hari ini dapet pinjeman dari koperasi untuk lunasin kekurangannya.."

Apa pernah kalian terenyuh kalau tiba-tiba orang tua kalian sendiri yang menyampaikan hal itu lewat telepon dengan nada suara kaget dan ngos-ngosan?

"mah, aku ikut advokasi aja ya...supaya gak usah dilunasin sekarang"

"udah tunggu aja, ini mamah lagi usaha dapet buat lunasin kekurangannya.."

Coba kalian ulang kata "lagi usaha"..apa pernah kita yang merasakan itu? apa pernah kita yang berusaha untuk membantu?

"gak usah maksain dapet, gak lunas sekarang pun masih ada cara lain supaya ikut ujian.."

"udah doain aja mudah-mudahan dapet.."

Apa pernah kita tanpa diminta selalu sadar untuk mendoakan beliau sepanjang waktu. Dikala sibuk kita, dikala susah kita, bahkan yang tersulit..disaat senang kita.

Dari sini aku sadar..apa yang aku tuntut selama ini, apa yang aku minta ini dan itu, apa yang aku dapatkan ternyata perlu perjuangan yang ada rasa kerelaan untuk berkorban.

Lagi-lagi, aku hanyalah orang beruntung...

Banyak orang yang mengatakan bahwa :

"arti..kamu itu mau seneng mau sedih ekspresinya sama..ceria"

Ternyata kekuatan yang seperti ini juga baru aku sadari karena mamah..dialah wanita terkuat yang mampun menyembunyikan perasaan sedihnya didepan orang banyak.

Ternyata dibalik sukanya, ada luka

Tuhan itu baik, tuhan itu selalu menunjukkan dan menyadarkan kita apa yang benar dan apa yang salah. Apa yang pantas dan apa yang tidak. Termasuk cerita tadi diatas, ia menyadarkan bahwa sekarang sudah bukan saatnya lagi untuk aku meminta...


Senin, 21 Januari 2013

Mama itu…bidadari tanpa sayap

Tepat di hari minggu, 20 Januari pukul 00:00
“Mama, selamat ulang tahun..semoga panjang umur, sehat selalu, lancar rezekinya. Maaf, aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk mama, tapi suatu hari nanti akan aku buktikan semuanya. Maaf mah kalo aku masih bandel, gak denger kata-kata mamah. Terimakasih telah memberikan segalanya hingga saat ini. Gak tau mau bilang apalagi..
Kalo misal ada yang tanya, siapa bidadari tanpa sayap? Itu mamah..
Happy Birthday mah, I love you..”
Inilah kali ke-46 bagi beliau mengulang hari kelahirannya. Ada bahagia, dan ada keharuan.
Tepat di jam 12 malam, gue dibantu tina dan udie udah mempersiapkan kejutan ini se-rapih mungkin.

Dari mulai sabtu siang, gue diantar tina untuk mencari hadiah untuk mama. Gue nggak pernah memberikan hal-hal yang mahal, tapi gue harap bisa menjadi kenangan hingga akhir hayat.

Aksesoris, sepatu, dan jam tangan kurang pas menurut gue. Tapi akhirnya sebuah tas berwarna ungu itu menjadi hal yang menurut gue mama bakal suka, pertama karena warnanya yang “ungu” kesukaan beliau.

Tas itu gue timang-timang seraya berpikir..
“Kira-kira mama bakal suka gak ya sama tas ini…”
Sedikit ada rasa ragu, tapi ya sudahlah. Karena waktu sudah sore hari, saatnya untuk membeli sebuah kue yang beliau inginkan “rainbow cake”. Kenapa rainbow cake? Karena jujur saja, gue bukan penggemar kue, tapi nampaknya fenomena kue yang berwarna-warni seperti pelangi itu membuat beliau tergerus oleh jaman hahaha.

Toko kue hari itu terlihat agak penuh oleh orang-orang yang berbelanja. Tapi dari kejauhan nampak rak-rak dengan nampan kue sudah kosong. Betul, rainbow cake itu pun sudah habis.

Untung tina hafal dengan lingkungan sekitar, ada satu toko kue lagi yang terletak persis di sebelah toko kue sebelumnya. Yup! tidak ada kue berwarna-warni itu, coklat cake pun jadi.

Sebelum sampai rumah berfikir keras gimana caranya supaya barang-barang ini bisa menyelinap masuk kamar tanpa beliau tau. Terpaksa dus kue ditaruh paling bawah yang ditumpuki oleh beberapa baju, dan kado terpaksa dilipat masuk ke kantong tina.

Tidak ada yang mencurigakan hingga kue berhasil masuk kamar mhihihi (tunggu hingga jam 12 malam nanti ya). Berhasil menggrasak grusuk ketika jam 10 malam baru membungkus kado karena beliau baru bisa terlelap -_- .

Teng..teng..teng..!! tepat jam 12 malam!!

Semua lampu dimatikan, termasuk kamar mama. Angka 4 dan 6 sudah dipasang menyala diatas kue sehingga penerangan hanya berasal dari lilin tersebut. Mengendap-endap dengan perasaan tidak karuan takut-takut beliau marah karena diganggu tidurnya.
“Happy birthday to you..happy birthday to you..happy birthday happy birthday happy birthday mamaaaaa….”








Iya, hanya simple ini yang bisa gue berikan untuk mama. Mama yang sudah lebih jauh memberikan segalanya buat gue sampe hari ini.

Pagi itu menjadi tambah haru ketika nenek bangga punya mama, bahkan gue lebih bangga punya ibu kuat seperti mama.

Betapa bodoh orang-orang yang mencelamu dengan sikap dan omongan mereka. Biar, hanya tuhan yang tau balasannya.

Gue pun berhasil menangis saat mama membaca surat yang gue tulis di secarik kertas pink itu sebelumnya. Gue bukan anak yang romantis untuk bilang "aku sayang sama mama", tapi ternyata gue berhasil membuat beliau menitikan air mata ketika beliau baru menyadari bahwa tuhan telah mengirim seorang bidadari tanpa sayapnya ke muka bumi, dan itu mama…

Ma, ini lah hadiah dariku..selamat ulang tahun..

Dari aku, anakmu yang selalu mencintaimu <3

Rabu, 02 Januari 2013

2013! New Hope, Dream & Spirit

Eh hai…selamat tahun baru 2013 teman-teman pembaca. Gimana resolusi tahun kemarin? sudah tercapai semua? semoga sudah yah. Dan tahun ini semoga semakin banyak resolusi yang tercapai, aamiin.
Kalo belajar dari tahun lalu, pesen gue cuma satu nih..maaf kalo sok mario teguh mhihihi
Masih ada harapan yg terukir, dan masih ada mimpi yang harus dicapai. Jadi jgn fokus dgn sesuatu yg gak pasti.
*kalo gue bilang kayak gitu berarti lagi sadar. Oke*

Belajar dari tahun lalu, pasti ada kenangan yang menyenangkan bahkan menyedihkan. Atau mungkin banyak kejadian yang enggak terduga, misal :
  • Putus sama pacar
  • PDKT yang tak berujung indah
  • Harkos a.k.a Harapan Kosong
Tar dulu, ini mah curhatan gue kali *ehmaap*. Dan satu lagi hal yang jadi pelajaran buat gue di taun lalu…”Move on itu tidak semudah memutar tutup botol guys…”. Tapi ada juga sih tutup botol suatu minuman teh yang bisa bikin tangan lo lecet gara-gara susah buat dibuka. Jaga hati makannya, biar gak lecet *duh maaf banget*.

Tahun baru nih guys, pastinya banyak harapan baru juga semangat baru. Jangan patah semangat hanya gara-gara hal-hal sepele atau kayak yang gue alami tadi. Inget, hidup itu bukan hanya untuk hari ini, masih ada masa depan yang cerah menunggu kalian.

Andai apa yang kalian alami adalah hal-hal yang bikin kalian gak semangat, coba inget orang tua kalian yang selalu setia mendukung kalian. Niscaya, semangat untuk terseyum menatap masa depan yang cerah terukir di mulut kalian.

Kalo ngomongin masalah resolusi, gue jadi inget waktu tanggal 28 Desember 2012 tahun lalu. Ceritanya gue diajakin untuk photo dengan resolusi tahun 2013, yang photo gak sembarangan, ada senior dikampus yang tergabung di komunitas fotografi dan dia merangkap sebagai jurnalis.
Gue, mutia, suci, intan yang jadi modelnya. Saat itu harapan gue cuma satu..
Semoga itu koran masih laku walaupun ada gue nya ntar di koran itu..
*lalu gue terharu*
Jadi ceritanya kita harus nulis harapan kita diatas selembar karton putih. Nulis harapan tahun depan aja gue mikir ampe jungkir balik, soalnya gue mikir..apa boleh gue nulis “gak pengen di harkosin lagi” atau “semoga di tahun 2013 menemukan jodoh yang seadanya..” seadanya butuh duit ada, seadanya pengen mobil ada *enggak gitu*.

Akhirnya gue berhasil menuliskan sesuatu yang menurut gue sangat kita butuhkan, bukan hanya yang di Indonesia, tapi seluruh warga dunia..






        (yang kerudung itu Suci, yang kece kayak syahrini itu gue CETARRR)



Tapi yang gue heran itu waktu ganti dp bbm *biar keliatan gaul*, banyak yang nanya : “lu mau demo dimana?” | Setdah!! *tepok jidat*.

Lagi-lagi belajar dari tahun lalu, masih seger diotak kita semua tentang perang antara Israel vs Palestina, atau perang saudara di Indonesia sendiri, bentrokan dimana-mana, bahkan sampai tawuran antar pelajar.

Coba deh tanamkan rasa saling menghargai, menyanyangi dan memiliki, pasti hidup itu lebih indah dan berwarna. Dan satu lagi, hargai perbedaan..karena dari perbedaan ada banyak pembelajaran. *lagi-lagi menjelma jadi om mario teguh*

2012 itu kenangan..asem, manis, pait itu yang namanya hidup. Intinya, semakin kita belajar semakin kita dewasa. Jangan jadi keledai yang selalu mengulang kesalahan yang sama, karena terkadang masa lalu itu menyakitkan, kalo diulang? mau tambah sakit? enggak kan guys :p

Kayak gue sekarang nih, bisa melontarkan kata-kata yang lebih cetar dari bulumata syahrini karena gue terbiasa belajar dari yang udah-udah. Tapi entah gue yang dewasa apa gimana ya, masalahnya sering kali gue disebut “ibu” sama mas-mas atau mbak-mbak pegawai supermarket, dll *dan gue bete*.

Jadi…sudah siap kah kalian menghadapi tahun 2013 ini? Let’s see :D

*suka nggak suka ambil hikmahnya…thx for reading guys :D*