Feeds RSS

Rabu, 02 Januari 2013

2013! New Hope, Dream & Spirit

Eh hai…selamat tahun baru 2013 teman-teman pembaca. Gimana resolusi tahun kemarin? sudah tercapai semua? semoga sudah yah. Dan tahun ini semoga semakin banyak resolusi yang tercapai, aamiin.
Kalo belajar dari tahun lalu, pesen gue cuma satu nih..maaf kalo sok mario teguh mhihihi
Masih ada harapan yg terukir, dan masih ada mimpi yang harus dicapai. Jadi jgn fokus dgn sesuatu yg gak pasti.
*kalo gue bilang kayak gitu berarti lagi sadar. Oke*

Belajar dari tahun lalu, pasti ada kenangan yang menyenangkan bahkan menyedihkan. Atau mungkin banyak kejadian yang enggak terduga, misal :
  • Putus sama pacar
  • PDKT yang tak berujung indah
  • Harkos a.k.a Harapan Kosong
Tar dulu, ini mah curhatan gue kali *ehmaap*. Dan satu lagi hal yang jadi pelajaran buat gue di taun lalu…”Move on itu tidak semudah memutar tutup botol guys…”. Tapi ada juga sih tutup botol suatu minuman teh yang bisa bikin tangan lo lecet gara-gara susah buat dibuka. Jaga hati makannya, biar gak lecet *duh maaf banget*.

Tahun baru nih guys, pastinya banyak harapan baru juga semangat baru. Jangan patah semangat hanya gara-gara hal-hal sepele atau kayak yang gue alami tadi. Inget, hidup itu bukan hanya untuk hari ini, masih ada masa depan yang cerah menunggu kalian.

Andai apa yang kalian alami adalah hal-hal yang bikin kalian gak semangat, coba inget orang tua kalian yang selalu setia mendukung kalian. Niscaya, semangat untuk terseyum menatap masa depan yang cerah terukir di mulut kalian.

Kalo ngomongin masalah resolusi, gue jadi inget waktu tanggal 28 Desember 2012 tahun lalu. Ceritanya gue diajakin untuk photo dengan resolusi tahun 2013, yang photo gak sembarangan, ada senior dikampus yang tergabung di komunitas fotografi dan dia merangkap sebagai jurnalis.
Gue, mutia, suci, intan yang jadi modelnya. Saat itu harapan gue cuma satu..
Semoga itu koran masih laku walaupun ada gue nya ntar di koran itu..
*lalu gue terharu*
Jadi ceritanya kita harus nulis harapan kita diatas selembar karton putih. Nulis harapan tahun depan aja gue mikir ampe jungkir balik, soalnya gue mikir..apa boleh gue nulis “gak pengen di harkosin lagi” atau “semoga di tahun 2013 menemukan jodoh yang seadanya..” seadanya butuh duit ada, seadanya pengen mobil ada *enggak gitu*.

Akhirnya gue berhasil menuliskan sesuatu yang menurut gue sangat kita butuhkan, bukan hanya yang di Indonesia, tapi seluruh warga dunia..






        (yang kerudung itu Suci, yang kece kayak syahrini itu gue CETARRR)



Tapi yang gue heran itu waktu ganti dp bbm *biar keliatan gaul*, banyak yang nanya : “lu mau demo dimana?” | Setdah!! *tepok jidat*.

Lagi-lagi belajar dari tahun lalu, masih seger diotak kita semua tentang perang antara Israel vs Palestina, atau perang saudara di Indonesia sendiri, bentrokan dimana-mana, bahkan sampai tawuran antar pelajar.

Coba deh tanamkan rasa saling menghargai, menyanyangi dan memiliki, pasti hidup itu lebih indah dan berwarna. Dan satu lagi, hargai perbedaan..karena dari perbedaan ada banyak pembelajaran. *lagi-lagi menjelma jadi om mario teguh*

2012 itu kenangan..asem, manis, pait itu yang namanya hidup. Intinya, semakin kita belajar semakin kita dewasa. Jangan jadi keledai yang selalu mengulang kesalahan yang sama, karena terkadang masa lalu itu menyakitkan, kalo diulang? mau tambah sakit? enggak kan guys :p

Kayak gue sekarang nih, bisa melontarkan kata-kata yang lebih cetar dari bulumata syahrini karena gue terbiasa belajar dari yang udah-udah. Tapi entah gue yang dewasa apa gimana ya, masalahnya sering kali gue disebut “ibu” sama mas-mas atau mbak-mbak pegawai supermarket, dll *dan gue bete*.

Jadi…sudah siap kah kalian menghadapi tahun 2013 ini? Let’s see :D

*suka nggak suka ambil hikmahnya…thx for reading guys :D*

Jumat, 07 Desember 2012

Tuhan, kutitipkan sepucuk surat untuk papa

For my lovely who always stay in my heart..Dad in heaven
From your daughter

Papa, disini sudah menjelang akhir tahun..
Tapi aku masih tidak tahu kabar papa disana
Aku dan mama disini baik-baik aja
Aku harap tuhan selalu menjaga engkau disana..

Papa, aku ingin bercerita tentang hari-hari ku disini. Apa mungkin papa sudah tau? ah, curang! harusnya papa denger cerita ini dari mulutku langsung.
Papa, kalo aku boleh tau..kenapa sih kadang hati ini terlalu sakit? Kadang ya pa, aku bingung sama cara pikir lawan jenisku. Rasanya mereka itu selalu berfikiran semau dia tanpa memikirkan dampaknya untuk para hati yang tulus disini. Hahahaha maaf pa, mungkin aku menyudutkan  pasukanmu.

Papa, papa tau kan kalo hati setiap manusia itu bukan dari batu? tapi kenapa masih saja ada yang berbuat seenaknya, apa mungkin mereka tidak tahu bahwa batu pun kalau terus menerus terkena tetesan air akan membentuk lekukan?.
Papa, andai kau masih disini..mungkin sekarang kita sedang berkumpul dalam satu meja, membuka pekerjaan masing-masing dan mungkin sedang diskusi masalah hati.

Tidak ada yang perlu tahu selain aku dan papa, bahkan mama sekalipun jangan tahu, bisa bawel dia recokin kita hihihi.
Papa, apa aku masih salah dalam segala perbuatan ku sehingga masih saja banyak yang memandangku sebelah mata, menganggap aku tidak bisa apa-apa, dan kadang membuat hatiku terlalu sakit.
Tapi pah, aku selalu belajar dari kedua orang tua yang aku banggakan..

"Aku ingin semandiri dan sekuat papah juga sesabar dan sehebat mama"

Dan ketika hati ini sabar bahkan ketika kita bisa melewatinya, itu tandanya kita lolos dari ujian tuhan ya pah? ah dasar emang manusia, apalagi manusia jaman sekarang pah.
Pah, kalo bicara masalah hati...apa kita bisa tau siapa orang yang sayaaaaaaaaaang sekali sama kita? terus apakah kita bisa tahu bahwa ternyata perasaan seseorang itu palsu?
Kadang bingung pah, kenapa sih masih banyak orang yang hanya sayang sama seseorang karena dia terlihat bagus cover-nya? apa bisa dibilang dia bodoh?.
Pah, apa aku gak boleh sayang sama seseorang yang aku sayang? kenapa tuhan selalu gak adil, disaat apa yang orang lain mau bisa terwujud, tapi aku belum pernah.. 

Pah, kenapa disaat masuk ke satu lingkungan baru gak selalu bikin nyaman..apa aku terlalu perasa apa emang orang-orang gak suka samaku?





Pah, tadi siang aku ngobrol sambil makan siang sama 2 orang temenku. Mereka udah mulai bahas pernikahan hihihi..
Coba pah, kenapa ada pernikahan atau perkawinan tapi gak ada akad kawin yang ada akan nikah? hahahahaha skip yuk pah :))))
Jadi kebayang pah kalo misal nanti arti lulus kuliah, terus kerja, punya uang, mau apalagi? pasti mama sama papah nyuruh nikah lah..yang jadi masalah pah kalo aku nikah, nanti mamah sama siapa? aku belum bisa ninggalin bidadari tanpa sayap ku menghabiskan hari tua sendirian?

Lagi-lagi, andai ada papah disini...mungkin papah yang akan jadi solusi dan pemecah penasaranku atas pertanyaan-pertanyaan ku tadi.
Mungkin papah yang bakal memeluk aku, mengusap rambutku, dan membuat rumah ini menjadi hangat. Tapi sekarang..dirumah ini, aku yang harus mulai menjaga mamah.

Ternyata tahun ini sudah mau menutup lembarannya diganti dengan lembaran yang baru, tapi aku masih ingat kapan terakhir kali kita bertemu.
Hari rabu itu..papah jahat, aku datang beserta nenek, kakek, bahkan mamah..papah hanya diam terpaku dan tak'akan bergerak lagi.
Aku sempat melihat keningmu untuk terakhir kali sebelum tali itu dibuka di suatu lubang..rasanya ingin ku kecup keningmu tapi rasanya tidak mudah tidak meninggalkan tetesan airmata ini. Rasanya ingin ku genggam tanganmu tapi sudah rekat oleh ikatan tali itu.

Rindu ini semakin menggebu padamu pah..
Yang bisa kulakukan hanya berdoa yang terbaik untukmu sembari memandangi satu foto yang masih tersimpan rapih didalam binder kuliah ku.

Jarak kita begitu jauh, jauuuuuuuuuh sekali..tapi ingatan ini masih sangat dekat ketika aku ingat kembali kenangan kita, lukisan 9 burung merpati dan si kumbang merah..

Papa, kau tau apa yang aku bayangkan sekarang?
Engkau berada disampingku, melihat ku menulis surat ini yang aku titipkan pada tuhan..dan mungkin kau sedang memelukku, tapi tidak terasa.........

Dear my only one, God..
Please accept this letter and send to my daddy..
And whispered in his ear: from your daughter who always missed you 

Selasa, 13 November 2012

Tentang Mereka Bagian Hidup & Ceritaku

Jika kemarin aku belajar dari teman yang sesungguhnya, karena...

"Teman yang sesungguhnya itu yang mau mengoreksi kekurangan satu sama lain. Mau mengakui kesalahan & menyelesaikan masalah secara kekeluargaan".

Aku bahagia punya mereka, hanya mereka yang bisa mengangkat semua masalah dan segala rasa sakit yang tertinggal di hati terbang entah kemana.Kalo ditanya siapa malaikat tanpa sayap? mungkin akan aku jawab mama & papa, keluarga, dan juga kalian teman-teman yang selalu bisa menggantikan tangis dengan senyum.

Pernah beberapa kali ketemu temen yang pernah satu moment bareng, mau nyapa duluan tapi dia lempeng. Sekalinya nanya, dia bingung..mungkin dalem hatinya nanya "ini siapa sih? lupa, maaf". Gak apa-apa kalian bagian dari ceritaku kok.


                                                     (kiri) arti, dian, dhine 

 Tapi lain cerita kalo aku cerita tentang Nisa, Dian, Dhine, & Puput. Aku masih inget gimana hebohnya satu angkatan waktu Iman mau nembak Nisa, jangan kaget kalo waktu itu kita masih SD alias sekolah dasar. Masih gak nahan sakit perut waktu inget Dian alias junet yang berantem sama Reza karena si junet gak ngeh reza suka sama dia, sampe jambak-jambakan :-| . Terus waktu Dhine jadian sama Tresna, dan waktu tresna ulang tahun dhine kasih hadiah "mug" yang ada print-an mini marketnya. Kalo ini paling heboh, dulu sering musuhin anak satu ini kalo dia lagi nyebelin, apalagi waktu kasus dia jadian sama Sidki. Jangan lupa, semua moment diatas itu waktu sd loh sd alias sekolah dasar.


Kita emang pisah, sampai hari ini..tapi selalu kumpul untuk sharing bareng lagi, review (ciyee bahasanya) cerita-cerita jaman sd tadi. Sayang, cuma aku, dian, dan dhine. Tapi aku bahagia.

Seragam udah putih biru nih, suasana baru, lingkungan baru, dan pastinya teman baru. Ada Annisa Ratu, Anisah, Rosi, Nadia, Tiffany, Gita, Anita,....................boleh liat buku angkatan dulu gak? lupa hehehehe :D . Tapi kalian itu geng yang juara, se-juaranya kita bawa nama sekolah jadi juara 3 lomba baris ber-baris tingkat SMP se-Jabar Banten.


                                                     (maaf kalo alay, lagi jaman di jamannya)


Sekolah-Menengah-Kejuruan. Bagian hidup paling ancur, ngawur, ngeblur, melebur jadi satu.Travelicious itu udah kayak keluarga kedua, karena cuma mereka yang tahu kayak gimana ekspresi menjijikan seorang arti. Cuma mereka yang paham cerita arti, mereka yang jadi saksi waktu papah pergi, siapa yang meluk? mereka. Gara-gara mereka video "tepuk tangan" menyebalkan itu di upload ke facebook (gak usah di cari, tolong!). Gak usah mau tau gimana gaya becanda sama mereka HAHAHAHA :)). Tapi makasih loh, kalian semua itu gak bisa arti temuin di tempat lain.

                                              (Gak apa-apa kan pake foto ini?)

"Harus mulai dewasa ti, gak ada temen-temen yang kayak dulu, kamu harus mulai mikir sendiri" ngomong sama diri sendiri waktu mau mulai kuliah. Kak icha, dea, muti, intan, uci, tiara, andi, dendy, alfian, firman, farqy..masih inget waktu kalian kasih kejutan gagal di hari setelah ulang tahun arti. Muti yang ngerti banget kalo arti gak suka cream yang di kue itu *huek* bikinin bola-bola coklat. Dapet jam tangan sama coklat dari geng cewek, 2 buku yang kalian (geng cowok) bilang "itu jadi 60 ribu ya" masih jadi buku penuntun tentang gimana caranya menulis. Sempet renggang, sempet ada masalah, tapi kalian sebetulnya ngajarin arti tentang apa itu teman yang sesungguhnya.

Kayak yang alfian bilang "kalo masih bahas masalahnya, ini masalah gak akan selesai-selesai. Gua suka kayak gini, masalah diselesaikan secara bersama." iya, cuma cara kayak gitu yang bisa bikin kita dewasa, dan bikin kita makin akrab.

Gak tau mesti bilang apa lagi, tapi luar biasa buat kalian. Kalian itu yang mengajarkan hal-hal baru, berbagi pengalaman yang baru, yang mampu menambahkan cerita-cerita kekonyolan baru, kalian emang segalanya. Banyak cerita yang masih akan aku tulis, dengan kalian mungkin, atau dengan teman-teman baru diluar sana.

Makasih banyak untuk semua pengalamannya yang sudah kalian bagi, tentang semua ilmunya yang kalian bagi, dan tentang segala apapun itu. Kalian bagian cerita arti, cerita hidup arti, dan itu adalah alasan kenapa kalian ada di tulisan ini. LOVE YA GUYS <3

Terimakasih telah membaca tulisan ini, suka nggak suka ambil hikmah nya aja biar lebih manfaat. Hatur nuhun, Terimakasih, Thank you, Gomawo :)

Kamis, 04 Oktober 2012

Ketika sayap sang Garuda melemah

Kembali menulis dengan unek-unek yang memprihatinkan..bukan, bukan masalah sama si doi, tapi tentang bangsa kita ini #sadaaaaaaap..

Jadi memang tiada hari tanpa cerita, dan tiada hari tanpa pembelajaran. Semenjak kembali memulai perkuliahan di semester ganjil dan semenjak bertemu kembali dengan para ibu dan bapak dosen, semakin jelas lah pengelihatan gue terhadap bangsa ini.

Kenapa gue membahas tentang bangsa kita ini? karena gue prihatin, masa ibu dosen gue bilang "negara kita ke 2 setelah myanmar, memang belum hancur sih.." jujur, parno. Ditambah saat bapak dosen gue cerita tentang penghasilan dari freeport yang ternyata setelah gue googling pendapatannya mencapai 2,3 miliar dolar AS, tapi apakah itu bisa menguntungkan kita semua jika ternyata hanya sekian puluh miliar yang dianggap "keuntungan" kita?. Pernah kalian lihat iklan pemerintah dari departemen pendidikan yang "katanya" negara ini memiliki biaya untuk pembangunan kembali sekolah yang rusak? mungkin bisa kalian lihat sendiri apa kenyataannya.

Satu hari gue pernah nonton acara di salah satu televisi swasta, acara itu membahas sisi lain dari berbagai aspek kehidupan di negeri ini. Jujur, gue cuma bisa istigfar ketika sang pembawa acara yang menggantikan guru di salah satu sekolah yang memang letaknya di pedalaman. Anak-anak didaerah tersebut bersekolah hanya 4 bulan sekali, dan ya kebetulan sang guru tersebut tidak bisa lagi hadir karena jarak yang memang sangat jauh dari perkotaan. Dan ketika gue terenyuh saat salah sang pembawa acara bertanya pada salah satu anak "Apakah kalian tahu ini siapa?" sambil menujukkan gambar sang presiden, si anak hanya bisa tersenyum senyum malu sambil berkata "Itu pak gubernur.." .

Janji seribu janji dari kalian wahai pemimpin bangsa ini, tapi adakah janji yang kalian tepati? adakah janji kalian yang sudah membuat kami sedikit bernafas lega tentang keadaan bangsa ini?. Mungkin kalian tahu tentang satu acara yang selalu mengangkat cerita kehidupan saudara kita yang memang untuk menikmati sesuap nasi saja harus berjuang menjual entah itu kayu bakar, menjadi kuli, atau apa saja yang menurut mereka halal. Satu yang berkesan dari sosok ibu dengan 3 anak itu "Walaupun kami miskin, kami berusaha tidak mempunyai hutang daripada kami tidak bisa membayarnya..".

Kehidupan memang berputar, tapi terkadang uang yang menguasai segalanya. Aturan dibuat untuk dilanggar itu memang benar, coba lihat peraturan di SPBU seluruh indonesia tentang larangan pembelian premium pada kendaraan yang bertanda khusus dan juga yang ber-plat merah, coba kalian lihat, ini apa?

                                                   Lah, iki piye? piye iki?

Negara kita banyak berubah kawan, berubah dari jaman Soekarno ke jaman SBY yang bisa kalian nilai sendiri seperti apa. Masa kepemimpinan soekarno yang dulu bisa mempengaruhi bangsa-bangsa lain, bahkan Arab sekalipun bisa setuju dengan pendapat beliau untuk menanamkan pohon disekitaran pondok jamaah haji. Untuk kepemimpinan sekarang, gue gamau bahas hehehe.

Mungkin inilah tugas kami generasi muda untuk terus belajar dan bersatu dengan pemikiran yang jernih demi kemajuan dan perubahan bangsa kita. Seperti yang dosen gue bilang "Mahasiswa itu bukan mencari pekerjaan, tapi menciptakan lapangan pekerjaan", yup gue setuju.. gue juga ingin mensejahterakan saudara-saudara kita yang memang tidak mampu dalam beberapa hal, tapi kita bisa belajar bersama.

Sudah saatnya pemikiran bermain-main ditempatkan pada waktunya dan buatlah waktu belajar ada tidak seperti biasanya.

Semoga tulisan kali ini bisa memotivasi para pembaca, dan menumbuhkan semangat perubahan demi mengapuskan kesedihan ibu pertiwi dan membuat sayap garuda kembali kokoh di mata dunia. :)

Kamis, 27 September 2012

Selamat datang di dunia tulisanku (kembali)

Siang hari yang seharusnya menjadi bagian membosankan karena berhadapan dengan dosen yang telah memberikan penilaian "D" dalam mata kuliah di semester genap lalu, menjadi lebih hebat dari biasanya. Ada beberapa poin yang membuat semangat yang dulu tidak pernah timbul kemudian muncul tanpa pernah di duga. Sebetulnya banyak pengetahuan dan pemikiran cerdas dari beliau, yaaa untuk anak semester 2 beberapa bulan yang lalu menjadi titik yang jenuh dan membosankan...umm oke.

And you know why i'm so excited? jadi penjelasannya begini..

"Ketika di awal kamu berani mengatakan penuh kesungguhan untuk mengikat sesuatu dan bertahan pada satu hal, bersungut-sungut seperti penjajah melihat musuh. Seharusnya, keberanian ini bertahan hingga akhir nanti.. entah sampai kapan. Apa dari sedikit penjelasan diatas kalian sudah mengerti apa itu komitmen?."

"Ketika komitmen merangkak kepada sebuah kesetiaan yang tidak bisa dihancurkan oleh apapun, apa kalian masih bisa bertahan dengan janji-janji dan keberanian kalian di awal? inilah sebuah loyalitas."

"Menghargai waktu yang tidak akan bisa dikembalikan untuk merubah yang salah, merupakan sifat taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya. Jadi, bisakah kita untuk disiplin?."

"Keberanian yang kuat akan percuma jika tidak apa pengakuan dari lisan dan sikap kita terhadap sesuatu yang harus kita katakan dengan sebenar-benarnya, seadil-adilnya. Katakan A apabila A dan katakan B apabila B, berlaku jujur itu penting kawan."

"Apapun yang kita lakukan selalu ada konsekuensi nya, berlakulah berani untuk melakukannya dan bersiap dengan segala sesuatunya di akhir dan lihat apakah kita termasuk golongan orang yang pengecut atau bertanggung jawab?."

"Mampukah kita memiliki sifat keberanian didalam setiap langkah kehidupan?."

Mungkin banyak dari kalian tidak mengerti maksudnya, ini hanyalah penjelasan yang aku ringkas sendiri dari pelajaran beberapa hari lalu. Integritas..poin-poin tadi yang harus kita penuhi untuk menjadi seseorang yang mempunyai integritas tinggi, jangan tanyakan dampaknya, untuk diri sendiri saja bisa luar biasa apalagi jika dengan hal-hal tersebut mengangkat derajat suatu bangsa? itu lebih luar biasa dibandingkan dengan jika ada sosok superman sungguhan kawan.

Pasti banyak pula yang bertanya, apakah kita mampu melakukannya? aku hanya punya satu pemikiran. Lakukan saja hal-hal itu di kehidupan pribadimu sendiri, lihat apa yang terjadi dengan lingkunganmu. Jangan tergesa-gesa, bayi pun sebelum berjalan diawali dengan berguling untuk merangkak, lalu ia akan bisa berjalan, tapi tidak untuk berlari. Berlari kuanggap sebagai menghindar, tapi dalam hidup yang harus kita hindari hanyalah perbuatan yang salah.

Ku harap ada sedikit pelajaran dari tulisanku ini, tidak bermaksud untuk menggurui, aku hanya berbagi. Selama ini telah kutinggalkan beberapa ide untuk menulis, jika kali ini ku mulai kembali.... selamat datang di dunia tulisanku ini, semoga kalian menyukainya. :) 




Jumat, 31 Agustus 2012

Ketika ramadhan hilang maknanya


Sebelumnya secara pribadi : "Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin" :)

Mungkin baru kali ini lagi gue mengklik tulisan "blogger.com" di web address dan memasukan email serta beberapa digit password. Oiya, gimana dengan bulan ramadahan kemarin? mudah-mudahan lancar dan ibadah kita semua diterima allah swt, amien.

Mungkin kalo ada yang tanya kemana gue selama liburan ini dan bulan puasa kemarin, kok gak ada tulisan yang di post? gue anggap sih ada yang nanya gitu, dan jawaban gue pasti ngeles "gue cuma pengen ngeringkas apa yang terjadi sama gue selama beberapa bulan terakhir aja" , padahal gue boong.. sebenernya sih lagi nggak ada inspirasi hehehe.

Gue sih tiba-tiba keingetan sama apa yang sebenernya pengen gue tulis dari jaman bulan puasa kemaren, yaaaa sesuatu yang menurut gue "hilang maknanya". Apa cuma gue doang atau karena memang gue udah 19 tahun hidup dan merasakan ramadhan dari tahun ke tahun yang siklusnya menurut gue selalu beda. Gak lama gue mikir dan sedikit flashback ke tahun-tahun belakang.
Ramadhan ketika itu....

"Dulu waktu kecil, betapa bahagianya saat anak yang sekarang duduk menulis tulisan ini sangat antusias menyambut bulan ramadhan. Ibadah dengan keluarga yang lengkap, menjalani keseharian dengan ceria tanpa ada rasa membebani, meskipun saat itu puasa pun hanya setengah hari hihihi.. saat itu ketika ramadhan akan berakhir.. 
Aki : Arti baju lebarannya ada berapa? |Gue : Widiiiih banyak loh.... *sambil keluarin semua baju*
Dan tahun bertambah tahun, saat menginjak sekolah menengah pertama. Melakukan ibadah dengan formasi keluarga yang lengkap menjadi impian. Masih ceria tetapi sudah mengerti dan mulai banyak hal yang membuat aku berfikir. Dan ketika ramadhan akan berakhir hanya ada godaan dari kakekku..
Aki : Darimana ti? | Gue : Belanja ki.. hehehehe xD | Aki : Waaah pasti banyak banget bajunya, aki mau dong..
Ketika usia gue melebihi 16 tahun, dan ketika kenakalan jaman sekolah menengah atas dilakukan tanpa ragu. Seakan gue udah paham dengan dunia ini, dan apapun yang terjadi didalamnya, sudah banyak pula yang aku tinggalkan.. salah satunya adalah perintah tuhan yang esa. Tidak berusaha sekuat tenaga untuk berpuasa, meninggalkan perintah(nya) untuk beribadah, dan juga mendekat dengan satu hal yang nggak mungkin gue bahas disini."

Dan saat ini..saat umur gue menginjak usia 19 tahun semuanya semakin jelas. Satu hari setelah gue diingatkan dengan kejadian beberapa tahun ke belakang memaksa gue untuk berfikir bahwa "apa gue bakal melakukan hal yang sama sepanjang waktu?".

Sedikit demi sedikit gue berbenah diri, gue nggak mau hidup gue sia-sia hanya karena keegoisan diri sendiri. Saat satu subuh selesai menunaikan perintah(nya) satu mimpi datang yang bikin gue bercucuran keringet dan nafas naik turun lebih cepet dari biasanya. Saat seakan-akan tuhan mengatakan bahwa "apa yang kamu takutkan hanyalah sebatas ketakutan manusia biasa, itu tidak akan terjadi dalam waktu yang dekat ini arti.. tidak".

Gue bangun dan berusaha mencari sosok wanita yang setia berada di sisi gue hingga saat ini, ya.. mama. Keajaiban dan berkah dibulan puasa yang gue dapet tahun ini adalah gue semakin sabar dengan diri gue sendiri, dengan segala sesuatu yang terjadi, dan dari segala sesuatu yang biasanya nggak bisa gue kontrol sebelumnya.

Yaaaah karena saat bulan puasa kemarin bertepatan dengan hari berleha-leha gue, sedikit bosen memang kalo harus diem dirumah. Oke, akhirnya gue menyempatkan diri untuk pergi keluar. Tapi.....banyak hal yang gue liat memaksa gue untuk berfikir.

Yang gue lihat adalah..

1. Kenapa banyak penjual makanan yang bebas seakan tidak sedikitpun menghargai orang lain yang sedang beribadah

2. Orang-orang seenaknya makan dan minum tanpa memedulikan kami yang berpuasa

3. Apa ada hadistnya dari para nabi bahwa orang yang bekerja boleh untuk tidak berpuasa?

Kenapa gue selalu bilang "memaksa untuk berfikir"? karena sebetulnya hal-hal yang sebetulnya tidak berkaitan untuk gue tapi kenapa gue yang cape mikir? itu hidup mereka, mereka pun tidak pernah berfikir dengan apa yang mereka lakukan. Mungkin memang tuhan membuat gue memikirkan itu seharusnya gue mengingatkan sesama muslim? dan gue akan teriak tolol saat ini sama diri gue sendiri karena tidak berusaha mengingatkan?.

Beberapa hal.. apa mereka sudah lupa dengan apa yang terjadi dalam diri mereka hingga saat ini? kemana rasa syukur mereka? apa mungkin...tuhan belum menegur mereka?.
Siang itu diparkiran.. gue bareng dian yang berusaha untuk men-standar kan motor supaya tegak, tapi rasanya si dian gak bisa sampe dia minta tolong sama tukang parkir disitu. Dan you know yang gue liat? Si mang parkir dengan enaknya minum air mineral depan gue.
Dian : Bisa nggak mang? | Mang parkir : Aduh, susah neng berat banget | Dian : Yaudah mang gapapa, standar samping aja kasian mang nya cape lagi puasa | Mang parkir : *nyengir*
Oke.. apa artian dari seringaian mulut mu itu mang? Malu? atau Merasa senang karena kita pikir mang puasa?.

Mungkin..gue nggak berani untuk mengingatkan langsung secara lisan, semoga tulisan ini dapat membantu mereka yang lupa akan segala makna kehidupan. Gue cuma nggak mau liat teguran yang menyakitkan kalo memang kita bisa sadar dan berubah sendiri.
Oke guys, sekarang ramadhan sudah berlalu semoga kita bisa menjadi manusia yang lebih baik kedepannya. Dan semoga kita dipertemukan di ramadhan selanjutnya.. amien :)

Gomawooooo ^^

Jumat, 10 Agustus 2012

Hal yang bikin males keluar rumah saat puasa

Haloooooooo ~ *muncul dari semak2*

Apa kabar? gimana puasanya? lancar? alhamdu...lillaaaaaah *kibas syal* kalo begitu. Rasanya udah bertahun-tahun tidak menjamah dunia blogger, jadi gugup gak tau mau ngapain kayak mau ketemu camer atau kayak gak sengaja papasan sama mantan yang tiba-tiba ninggalin gitu deh rasanya. Berhubung ketemu di bulan puasa tepat di hari ke sekian *gak apal* itu tandanya ini adalah ramadhan yang ke 19 buat gue.

Berhubung selama bulan puasa ini lagi-lagi gue jadi mahluk pengangguran penunggu rumah agak bete juga sih yah, yang jelas gak ada kerjaan, mau maen duit gak punya, kalo maen atau ketemu temen gue pasti dosa. Loh, kenapa dosa? mari kita bahas satu persatu.

1. Lemes


Kok lemes bisa dosa sih? bisa lah.. misal kalo gue maen ke mall sama temen-temen gue, di angkot mesti panas-panasan bercampur bau ketek nya mang angkot, dan udah pasti butuh  udara yang seger. Masalahnya kalo udah bahas sesuatu apalagi yang seger sama temen, pasti keingetannya es buah, atau es kelapa muda.. gue nggak mau nanti itu angkot banjir bandang gara-gara iler gue.

2. Lapar & Haus

Kalo ini terjadi dirumah, bisa kita atasi dengan tidur karena ibadah. Tapi kalo hal ini terjadi diluar rumah? bareng temen? beda cerita loh, ati-ati.

3. Numpang Wifi

Nah ini juga jadi salah satu faktor puasa lo bisa musnah, biasanya wifi di mall itu ada di foodcourt ya lo tau dong pemandangan apa yang bakal lo liat. Dan satu lagi bayahanya internetan di siang hari saat bulan puasa, selain gambar-gambar makanan gak sengaja lewat, foto-foto artis Korea yang lagi pamer ABS nya juga bisa bikin batal :-p



                                          Untung pas posting udah buka puasa



                                                  Kalo siang udah batal ~.~


4.  "Bau Naga"

Selain menghindari godaan haus dan lapar, ini juga jadi faktor yang bikin males kalo ketemu orang-orang diluaran rumah. Apalagi kalo ngobrol sama orang yang waktu saur abis nyemil sampah sebelom imsak.

5. Ngomongin orang

Ini dia yang menurut gue kegiatan paling parah kalo sampe kita lakuin pas bulan puasa, iya ngomongin orang. Apalagi kalo kita jalan sama temen lama, yang ada malah bahas orang lain, mending kalo yang baik-baik. Apalagi kalo ngomongin mantan, mantan gebetan, atau pacar sendiri yang lagi nggak akur.. Semangat bung tomo keluar.

Ini sih cuma segelintir hal-hal yang memang menurut gue masuk akal, menurut gue sih ehehehe.. Karena beberapa hal ini juga lah untuk tahun ini gue sendiri memang memutuskan untuk mengurangi kegiatan diluar rumah, setidaknya dirumah kita bisa lebih memperbanyak ibadah daripada maen keluar nggak jelas.

Karena di rumah atau di lingkungan rumah juga ada yang bisa banyak kita lakukan ngapain keluar rumah tanpa tujuan? sesekali cobalah untuk menghargai waktu, karena taun depan gak ada yang bisa menjamin kita masih bisa merasakan bulan ramadhan atau enggak.

Segini dulu deh postingan perdana di bulan ramadhan, kalo ada ide atau kritik dan saran langsung ke comment box aja yak, selamat menunaikan ibadah puasa teman-teman.. keep reading and gomawoooooo \(^.^)/