Feeds RSS

Jumat, 31 Agustus 2012

Ketika ramadhan hilang maknanya


Sebelumnya secara pribadi : "Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin" :)

Mungkin baru kali ini lagi gue mengklik tulisan "blogger.com" di web address dan memasukan email serta beberapa digit password. Oiya, gimana dengan bulan ramadahan kemarin? mudah-mudahan lancar dan ibadah kita semua diterima allah swt, amien.

Mungkin kalo ada yang tanya kemana gue selama liburan ini dan bulan puasa kemarin, kok gak ada tulisan yang di post? gue anggap sih ada yang nanya gitu, dan jawaban gue pasti ngeles "gue cuma pengen ngeringkas apa yang terjadi sama gue selama beberapa bulan terakhir aja" , padahal gue boong.. sebenernya sih lagi nggak ada inspirasi hehehe.

Gue sih tiba-tiba keingetan sama apa yang sebenernya pengen gue tulis dari jaman bulan puasa kemaren, yaaaa sesuatu yang menurut gue "hilang maknanya". Apa cuma gue doang atau karena memang gue udah 19 tahun hidup dan merasakan ramadhan dari tahun ke tahun yang siklusnya menurut gue selalu beda. Gak lama gue mikir dan sedikit flashback ke tahun-tahun belakang.
Ramadhan ketika itu....

"Dulu waktu kecil, betapa bahagianya saat anak yang sekarang duduk menulis tulisan ini sangat antusias menyambut bulan ramadhan. Ibadah dengan keluarga yang lengkap, menjalani keseharian dengan ceria tanpa ada rasa membebani, meskipun saat itu puasa pun hanya setengah hari hihihi.. saat itu ketika ramadhan akan berakhir.. 
Aki : Arti baju lebarannya ada berapa? |Gue : Widiiiih banyak loh.... *sambil keluarin semua baju*
Dan tahun bertambah tahun, saat menginjak sekolah menengah pertama. Melakukan ibadah dengan formasi keluarga yang lengkap menjadi impian. Masih ceria tetapi sudah mengerti dan mulai banyak hal yang membuat aku berfikir. Dan ketika ramadhan akan berakhir hanya ada godaan dari kakekku..
Aki : Darimana ti? | Gue : Belanja ki.. hehehehe xD | Aki : Waaah pasti banyak banget bajunya, aki mau dong..
Ketika usia gue melebihi 16 tahun, dan ketika kenakalan jaman sekolah menengah atas dilakukan tanpa ragu. Seakan gue udah paham dengan dunia ini, dan apapun yang terjadi didalamnya, sudah banyak pula yang aku tinggalkan.. salah satunya adalah perintah tuhan yang esa. Tidak berusaha sekuat tenaga untuk berpuasa, meninggalkan perintah(nya) untuk beribadah, dan juga mendekat dengan satu hal yang nggak mungkin gue bahas disini."

Dan saat ini..saat umur gue menginjak usia 19 tahun semuanya semakin jelas. Satu hari setelah gue diingatkan dengan kejadian beberapa tahun ke belakang memaksa gue untuk berfikir bahwa "apa gue bakal melakukan hal yang sama sepanjang waktu?".

Sedikit demi sedikit gue berbenah diri, gue nggak mau hidup gue sia-sia hanya karena keegoisan diri sendiri. Saat satu subuh selesai menunaikan perintah(nya) satu mimpi datang yang bikin gue bercucuran keringet dan nafas naik turun lebih cepet dari biasanya. Saat seakan-akan tuhan mengatakan bahwa "apa yang kamu takutkan hanyalah sebatas ketakutan manusia biasa, itu tidak akan terjadi dalam waktu yang dekat ini arti.. tidak".

Gue bangun dan berusaha mencari sosok wanita yang setia berada di sisi gue hingga saat ini, ya.. mama. Keajaiban dan berkah dibulan puasa yang gue dapet tahun ini adalah gue semakin sabar dengan diri gue sendiri, dengan segala sesuatu yang terjadi, dan dari segala sesuatu yang biasanya nggak bisa gue kontrol sebelumnya.

Yaaaah karena saat bulan puasa kemarin bertepatan dengan hari berleha-leha gue, sedikit bosen memang kalo harus diem dirumah. Oke, akhirnya gue menyempatkan diri untuk pergi keluar. Tapi.....banyak hal yang gue liat memaksa gue untuk berfikir.

Yang gue lihat adalah..

1. Kenapa banyak penjual makanan yang bebas seakan tidak sedikitpun menghargai orang lain yang sedang beribadah

2. Orang-orang seenaknya makan dan minum tanpa memedulikan kami yang berpuasa

3. Apa ada hadistnya dari para nabi bahwa orang yang bekerja boleh untuk tidak berpuasa?

Kenapa gue selalu bilang "memaksa untuk berfikir"? karena sebetulnya hal-hal yang sebetulnya tidak berkaitan untuk gue tapi kenapa gue yang cape mikir? itu hidup mereka, mereka pun tidak pernah berfikir dengan apa yang mereka lakukan. Mungkin memang tuhan membuat gue memikirkan itu seharusnya gue mengingatkan sesama muslim? dan gue akan teriak tolol saat ini sama diri gue sendiri karena tidak berusaha mengingatkan?.

Beberapa hal.. apa mereka sudah lupa dengan apa yang terjadi dalam diri mereka hingga saat ini? kemana rasa syukur mereka? apa mungkin...tuhan belum menegur mereka?.
Siang itu diparkiran.. gue bareng dian yang berusaha untuk men-standar kan motor supaya tegak, tapi rasanya si dian gak bisa sampe dia minta tolong sama tukang parkir disitu. Dan you know yang gue liat? Si mang parkir dengan enaknya minum air mineral depan gue.
Dian : Bisa nggak mang? | Mang parkir : Aduh, susah neng berat banget | Dian : Yaudah mang gapapa, standar samping aja kasian mang nya cape lagi puasa | Mang parkir : *nyengir*
Oke.. apa artian dari seringaian mulut mu itu mang? Malu? atau Merasa senang karena kita pikir mang puasa?.

Mungkin..gue nggak berani untuk mengingatkan langsung secara lisan, semoga tulisan ini dapat membantu mereka yang lupa akan segala makna kehidupan. Gue cuma nggak mau liat teguran yang menyakitkan kalo memang kita bisa sadar dan berubah sendiri.
Oke guys, sekarang ramadhan sudah berlalu semoga kita bisa menjadi manusia yang lebih baik kedepannya. Dan semoga kita dipertemukan di ramadhan selanjutnya.. amien :)

Gomawooooo ^^

0 komentar:

Posting Komentar