Sebelumnya secara pribadi : "Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin" :)
Mungkin
baru kali ini lagi gue mengklik tulisan "blogger.com" di web address dan
memasukan email serta beberapa digit password. Oiya, gimana dengan
bulan ramadahan kemarin? mudah-mudahan lancar dan ibadah kita semua
diterima allah swt, amien.
Mungkin
kalo ada yang tanya kemana gue selama liburan ini dan bulan puasa
kemarin, kok gak ada tulisan yang di post? gue anggap sih ada yang nanya
gitu, dan jawaban gue pasti ngeles "gue cuma pengen ngeringkas apa yang terjadi sama gue selama beberapa bulan terakhir aja" , padahal gue boong.. sebenernya sih lagi nggak ada inspirasi hehehe.
Gue
sih tiba-tiba keingetan sama apa yang sebenernya pengen gue tulis dari
jaman bulan puasa kemaren, yaaaa sesuatu yang menurut gue "hilang
maknanya". Apa cuma gue doang atau karena memang gue udah 19 tahun hidup
dan merasakan ramadhan dari tahun ke tahun yang siklusnya menurut gue
selalu beda. Gak lama gue mikir dan sedikit flashback ke tahun-tahun belakang.
Ramadhan ketika itu....
"Dulu
waktu kecil, betapa bahagianya saat anak yang sekarang duduk menulis
tulisan ini sangat antusias menyambut bulan ramadhan. Ibadah dengan
keluarga yang lengkap, menjalani keseharian dengan ceria tanpa ada rasa
membebani, meskipun saat itu puasa pun hanya setengah hari hihihi.. saat
itu ketika ramadhan akan berakhir..
Aki : Arti baju lebarannya ada berapa? |Gue : Widiiiih banyak loh.... *sambil keluarin semua baju*
Dan
tahun bertambah tahun, saat menginjak sekolah menengah pertama.
Melakukan ibadah dengan formasi keluarga yang lengkap menjadi impian.
Masih ceria tetapi sudah mengerti dan mulai banyak hal yang membuat aku
berfikir. Dan ketika ramadhan akan berakhir hanya ada godaan dari
kakekku..
Aki : Darimana ti? | Gue : Belanja ki.. hehehehe xD | Aki : Waaah pasti banyak banget bajunya, aki mau dong..
Ketika
usia gue melebihi 16 tahun, dan ketika kenakalan jaman sekolah menengah
atas dilakukan tanpa ragu. Seakan gue udah paham dengan dunia ini, dan
apapun yang terjadi didalamnya, sudah banyak pula yang aku tinggalkan..
salah satunya adalah perintah tuhan yang esa. Tidak berusaha sekuat
tenaga untuk berpuasa, meninggalkan perintah(nya) untuk beribadah, dan
juga mendekat dengan satu hal yang nggak mungkin gue bahas disini."
Dan
saat ini..saat umur gue menginjak usia 19 tahun semuanya semakin jelas.
Satu hari setelah gue diingatkan dengan kejadian beberapa tahun ke
belakang memaksa gue untuk berfikir bahwa "apa gue bakal melakukan hal
yang sama sepanjang waktu?".
Sedikit
demi sedikit gue berbenah diri, gue nggak mau hidup gue sia-sia hanya
karena keegoisan diri sendiri. Saat satu subuh selesai menunaikan
perintah(nya) satu mimpi datang yang bikin gue bercucuran keringet dan
nafas naik turun lebih cepet dari biasanya. Saat seakan-akan tuhan
mengatakan bahwa "apa yang kamu takutkan hanyalah sebatas ketakutan
manusia biasa, itu tidak akan terjadi dalam waktu yang dekat ini arti..
tidak".
Gue
bangun dan berusaha mencari sosok wanita yang setia berada di sisi gue
hingga saat ini, ya.. mama. Keajaiban dan berkah dibulan puasa yang gue
dapet tahun ini adalah gue semakin sabar dengan diri gue sendiri, dengan
segala sesuatu yang terjadi, dan dari segala sesuatu yang biasanya
nggak bisa gue kontrol sebelumnya.
Yaaaah
karena saat bulan puasa kemarin bertepatan dengan hari berleha-leha
gue, sedikit bosen memang kalo harus diem dirumah. Oke, akhirnya gue
menyempatkan diri untuk pergi keluar. Tapi.....banyak hal yang gue liat
memaksa gue untuk berfikir.
Yang gue lihat adalah..
1. Kenapa banyak penjual makanan yang bebas seakan tidak sedikitpun menghargai orang lain yang sedang beribadah
2. Orang-orang seenaknya makan dan minum tanpa memedulikan kami yang berpuasa
3. Apa ada hadistnya dari para nabi bahwa orang yang bekerja boleh untuk tidak berpuasa?
Kenapa
gue selalu bilang "memaksa untuk berfikir"? karena sebetulnya hal-hal
yang sebetulnya tidak berkaitan untuk gue tapi kenapa gue yang cape
mikir? itu hidup mereka, mereka pun tidak pernah berfikir dengan apa
yang mereka lakukan. Mungkin memang tuhan membuat gue memikirkan itu
seharusnya gue mengingatkan sesama muslim? dan gue akan teriak tolol
saat ini sama diri gue sendiri karena tidak berusaha mengingatkan?.
Beberapa
hal.. apa mereka sudah lupa dengan apa yang terjadi dalam diri mereka
hingga saat ini? kemana rasa syukur mereka? apa mungkin...tuhan belum
menegur mereka?.
Siang
itu diparkiran.. gue bareng dian yang berusaha untuk men-standar kan
motor supaya tegak, tapi rasanya si dian gak bisa sampe dia minta tolong
sama tukang parkir disitu. Dan you know yang gue liat? Si mang parkir
dengan enaknya minum air mineral depan gue.
Dian : Bisa nggak mang? | Mang parkir : Aduh, susah neng berat banget | Dian : Yaudah mang gapapa, standar samping aja kasian mang nya cape lagi puasa | Mang parkir : *nyengir*
Oke.. apa artian dari seringaian mulut mu itu mang? Malu? atau Merasa senang karena kita pikir mang puasa?.
Mungkin..gue
nggak berani untuk mengingatkan langsung secara lisan, semoga tulisan
ini dapat membantu mereka yang lupa akan segala makna kehidupan. Gue
cuma nggak mau liat teguran yang menyakitkan kalo memang kita bisa sadar
dan berubah sendiri.
Oke
guys, sekarang ramadhan sudah berlalu semoga kita bisa menjadi manusia
yang lebih baik kedepannya. Dan semoga kita dipertemukan di ramadhan
selanjutnya.. amien :)
Gomawooooo ^^






