Feeds RSS

Jumat, 07 Desember 2012

Tuhan, kutitipkan sepucuk surat untuk papa

For my lovely who always stay in my heart..Dad in heaven
From your daughter

Papa, disini sudah menjelang akhir tahun..
Tapi aku masih tidak tahu kabar papa disana
Aku dan mama disini baik-baik aja
Aku harap tuhan selalu menjaga engkau disana..

Papa, aku ingin bercerita tentang hari-hari ku disini. Apa mungkin papa sudah tau? ah, curang! harusnya papa denger cerita ini dari mulutku langsung.
Papa, kalo aku boleh tau..kenapa sih kadang hati ini terlalu sakit? Kadang ya pa, aku bingung sama cara pikir lawan jenisku. Rasanya mereka itu selalu berfikiran semau dia tanpa memikirkan dampaknya untuk para hati yang tulus disini. Hahahaha maaf pa, mungkin aku menyudutkan  pasukanmu.

Papa, papa tau kan kalo hati setiap manusia itu bukan dari batu? tapi kenapa masih saja ada yang berbuat seenaknya, apa mungkin mereka tidak tahu bahwa batu pun kalau terus menerus terkena tetesan air akan membentuk lekukan?.
Papa, andai kau masih disini..mungkin sekarang kita sedang berkumpul dalam satu meja, membuka pekerjaan masing-masing dan mungkin sedang diskusi masalah hati.

Tidak ada yang perlu tahu selain aku dan papa, bahkan mama sekalipun jangan tahu, bisa bawel dia recokin kita hihihi.
Papa, apa aku masih salah dalam segala perbuatan ku sehingga masih saja banyak yang memandangku sebelah mata, menganggap aku tidak bisa apa-apa, dan kadang membuat hatiku terlalu sakit.
Tapi pah, aku selalu belajar dari kedua orang tua yang aku banggakan..

"Aku ingin semandiri dan sekuat papah juga sesabar dan sehebat mama"

Dan ketika hati ini sabar bahkan ketika kita bisa melewatinya, itu tandanya kita lolos dari ujian tuhan ya pah? ah dasar emang manusia, apalagi manusia jaman sekarang pah.
Pah, kalo bicara masalah hati...apa kita bisa tau siapa orang yang sayaaaaaaaaaang sekali sama kita? terus apakah kita bisa tahu bahwa ternyata perasaan seseorang itu palsu?
Kadang bingung pah, kenapa sih masih banyak orang yang hanya sayang sama seseorang karena dia terlihat bagus cover-nya? apa bisa dibilang dia bodoh?.
Pah, apa aku gak boleh sayang sama seseorang yang aku sayang? kenapa tuhan selalu gak adil, disaat apa yang orang lain mau bisa terwujud, tapi aku belum pernah.. 

Pah, kenapa disaat masuk ke satu lingkungan baru gak selalu bikin nyaman..apa aku terlalu perasa apa emang orang-orang gak suka samaku?





Pah, tadi siang aku ngobrol sambil makan siang sama 2 orang temenku. Mereka udah mulai bahas pernikahan hihihi..
Coba pah, kenapa ada pernikahan atau perkawinan tapi gak ada akad kawin yang ada akan nikah? hahahahaha skip yuk pah :))))
Jadi kebayang pah kalo misal nanti arti lulus kuliah, terus kerja, punya uang, mau apalagi? pasti mama sama papah nyuruh nikah lah..yang jadi masalah pah kalo aku nikah, nanti mamah sama siapa? aku belum bisa ninggalin bidadari tanpa sayap ku menghabiskan hari tua sendirian?

Lagi-lagi, andai ada papah disini...mungkin papah yang akan jadi solusi dan pemecah penasaranku atas pertanyaan-pertanyaan ku tadi.
Mungkin papah yang bakal memeluk aku, mengusap rambutku, dan membuat rumah ini menjadi hangat. Tapi sekarang..dirumah ini, aku yang harus mulai menjaga mamah.

Ternyata tahun ini sudah mau menutup lembarannya diganti dengan lembaran yang baru, tapi aku masih ingat kapan terakhir kali kita bertemu.
Hari rabu itu..papah jahat, aku datang beserta nenek, kakek, bahkan mamah..papah hanya diam terpaku dan tak'akan bergerak lagi.
Aku sempat melihat keningmu untuk terakhir kali sebelum tali itu dibuka di suatu lubang..rasanya ingin ku kecup keningmu tapi rasanya tidak mudah tidak meninggalkan tetesan airmata ini. Rasanya ingin ku genggam tanganmu tapi sudah rekat oleh ikatan tali itu.

Rindu ini semakin menggebu padamu pah..
Yang bisa kulakukan hanya berdoa yang terbaik untukmu sembari memandangi satu foto yang masih tersimpan rapih didalam binder kuliah ku.

Jarak kita begitu jauh, jauuuuuuuuuh sekali..tapi ingatan ini masih sangat dekat ketika aku ingat kembali kenangan kita, lukisan 9 burung merpati dan si kumbang merah..

Papa, kau tau apa yang aku bayangkan sekarang?
Engkau berada disampingku, melihat ku menulis surat ini yang aku titipkan pada tuhan..dan mungkin kau sedang memelukku, tapi tidak terasa.........

Dear my only one, God..
Please accept this letter and send to my daddy..
And whispered in his ear: from your daughter who always missed you