Feeds RSS

Minggu, 07 November 2010

Where you will go?

   Satu cerita yang gaakan aku lupakan selama aku masih hidup. perasaan campur aduk waktu semuanya terjadi, karena tak disangka akhirnya aku harus mengalami ini. padahal memang semuanya bakal dilalui oleh semua manusia, yaitu "Kehilangan". satu kata yang dirasa menakutkan.
   Hari itu tanggal 05 Agustus 2009, seperti biasa aku masuk sekolah dan belajar. pelajaran pertama pagi itu adalah Ticketing internasional, guruku mengadakan tes 20 soal. pak guru berkata "tolong sebutkan yang salahnya saja", mungkin suatu kebetulan aku, hanny, novi, cindy, dan mutiara mempunyai jawaban yang salah 13. aku sempat berkata pada novi "nov, kok bisa samaan gini salah 13, ih kok 13 yah itu kan angka sial" "ih masa iyaa sih?" "kalo gak salah nov".
   Pelajaran yang seharus nya 4 jam, dia hanya mengajar hingga jam 09:30. saatnya bebas manfaatkan waktu dengan jajan di kantin. tepat jam 09:55 aku kembali ke kelas, dan tak tau kenapa aku ingin sekali pintu kelas di tutup, aku berkata pada hanny "han, tutupin pintu lah". saat mau menuju bangku ku, hp ku berdering, aku lihat nomor rumah papahku, saat diangkat itu memang suara tante ku.
   Ada perasaan aneh saat mengangkat telfon, dan terdengar suara tante "arti, lagi dimana?" "lagi di sekolah, kenapa?" "arti............ Papah meninggal" ----------------------------------------- Aku terdiam, dan sontak melempar hp ku, aku menangis sejadinya.. ya tuhaaaaaaaaan kenapa aku harus mengalami ini?? kenapa??. aku jatuh, teman-teman mengelilingi aku, dan kulihat mereka memeluk dan ikut menangis.
   Teman-teman yang lain sibuk menelfon mamah yang ada dikantor. akhirnya aku dibawa salah satu pekerja sekolah menuju BP, akhirnya aku bertemu bu Lala salah satu guru bp, aku memeluk ibu dan menceritakan segalanya. menangis dan dalam pikiran bertanya, kenapa secepat ini aku harus mengalami ini.. dan kenapa harus hari ini? kenapa saat papah belum melihat aku berhasil menjadi apa yang dia cita-cita kan? KENAPAAAAAAAA??.
   Perasaan campur aduk, kenapa mesti hari ini papah ninggalin aku? kenapa secepet ini pah? arti masih haus kasih sayang dari papah, arti masih mau papah ngeliat masa depan arti, arti pengen suatu saat nanti arti jadi orang yang di cita2kan papah bisa bantu papah berobat, arti masih pengen bales jasa papah dalam hidup arti, tapi sekarang cuma lewat doa arti bisa bales semuanya.
   Aku pergi ke kampung halaman papah di malangbong, kakek nenek pun ikut. sesampai dirumah bibi dari papah, aku melihat sosok yang dulu aku lihat masih bisa berjalan, kini kaku terbalut kain kafan, dan terdiam tanpa ada gerakan sedikitpun. ya tuhaaaaaan ini papah, papah yang selama ini aku rindukan kasih sayangnya, belum sempat aku sepenuhnya merasakan kasih sayang papah, papah sudah ingin terbujur kaku ya tuhaaaan :"(
   Yang lebih membuat batin goyang ketika mengantar papah ke mesjid untuk di solatkan, dan menuju pemakaman yang lebih menyakitkan, karena mungkin ini lah saat saat terakhir aku mengiringi jalan papah dalam hidupnya. jenazah papah dimasukan, seketika adzan berkumandang, suasana duka sangat terasa, orang-orang berdoa agar jalan papah selama di dunia itu mencerahkannya di alam akhirat sana.
   Aku menguatkan diri, dan meyakinkan, mungkin tuhan sayang sama papah hingga tuhan tak mau membuat ia menderita akan penyakitnya. dan kini aku yakin papah sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, dia sudah tidak merasakan kesakitan. dia sudah merasa seperti jiwa tanpa raga yang baru, aku yakin dia tersenyum disana. aku yakin dia sudah tenang disana, bertemu ayah dan ibunya kembali disana.
   "Papah, arti akan terus buktikan bahwa arti bisa bahagiakan papah disana, arti akan selalu buat papah bangga akan arti disana, arti akan selalu buat papah tersenyum disana"
   "Ya tuhan, berikanlah cahaya mulia mu untuk papah, agar ia selalu merasa bahagia walau sudah di dunia berbeda, berikanlah ia tempat yang layak disisimu ya tuhan, amieen."

I LOVE YOU GOD, MY FATHER IN HEAVEN AND MY MOTHER TO ALWAYS BESIDE ME